Sabtu, 27 Agustus 2011

Jatuh Cinta


Jatuh cinta berjuta indahnya.. Itu kata Titiek Puspa! Ku jatuh cinta, aku tak ingin pisah.. itu kata Shanty yang bener-bener penyanyi! Ada cinta yang kau getarkan saat ku resah dalam harap, oh indahnya.. itu kata cewek-cewek ‘Bening’. Indah cinta bila buai kasih mengalun nada putih suci abadi mewangi.. itu kata Frida. Indah.. terasa indah bila kita terbuai dalam alunan cinta, itu kata Padi! The Corrs bilang, “Love’s for a lifetime, not for a moment.. don’t say you love me, unless forever.” Kalau menurut Coco Lee, “Someone who stay around through all my ups and downs, please tell me now before i fall in love!”Michael W. Smith nggak mau kalah, dia bilang, “Love has found a magic space.. a deep and hidden place where time stands still.”Kalau kata sang pujangga, Kahlil Gibran, “Cinta takkan memberikan apa-apa pada kalian, kecuali keseluruhan dirinya. Dan iapun tidak akan mengambil apa-apa dari kalian, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta.”(ouuuwwhhh!) Ti Pat Kay lain lagi.. katanya, derita cinta itu tiada akhir, wew... nggak percaya? Tanya saja pada rumput yang bergoyang dombret (kalau ini kata ‘Yang Mood’ yang ugal-ugalan itu :P) Sepertinya ini sebelas dua belas sama sang penyair, Shakespears yang cintanya tragis dalam Romeo&Juliet. Bahkan ada yang lebih parah lagi, The Massive bilang, “cinta ini membunuhku, huwoooo..!” (cinta serem amat yak, sama kejamnya dengan fitnah!) Ada apa dengan cinta? Halah..
Berdasarkan buku yang saya baca, yang judulnya ‘Entah’ dari seorang penulis yang tidak mau disebutkan namanya dan belum tahu terbitnya kapan karena penerbitnya tidak jelas (heleeeh...) bahwa ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta itu antara lain suka ketawa-ketiwi sendiri tidak jelas apa sebabnya, tiba-tiba suka bercermin sambil nyanyi-nyanyi “mirror-mirror hanging on the wall, you don’t have to tell me who’s the biggest fool of all..” (penemuan baru kalau cinta ternyata bisa membuat seseorang tiba-tiba menjadi bodoh), tiba-tiba suka memerhatikan penampilan dan (ehem) wangi, tiba-tiba jadi (sok) rajin, rajin mandi, rajin sisiran.. tapi anehnya makan jadi tidak enak, tidurpun tak nyenyak, pikiran melayang kemana-mana. Yang jelas Virus 10M mulai menjangkiti.. Mau Makan Mules, Mau Merem Malah Melotot, Maunya Melamuuuuun Melulu... Intinya cinta itu membuat resah, gelisah, galau dan gundah gulana. It’s complicated!
Ah, abaikan saja dua paragraf di atas yang tidak penting itu! Karena (mungkin) itu bukan hakekat cinta yang sesungguhnya, hanya sebatas cinta terhadap makhluk bumi atau manusia. Salahkah itu? Tidak, manusia tidak dilarang mencintai dan menyayangi makhluk. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Sayangilah orang yang ada dibumi, niscaya kamu akan disayangi oleh yang ada di langit.” ( Hadist riwayat Abu Dawud dan Al-Tarmidzi). Tapi, cinta kepada makhluk tidak boleh menjadi penghambat cinta yang hakiki, yaitu cinta kepada Allah.
Kata ‘Allah’ berasal dari kata ‘ilah’ (Tuhan yang disembah). Sedangkan kata ‘ilah’ berasal dari ‘wilah’ yang berarti membuat resah, yang dicintai, yang dirindukan. Allah menjadi tumpuan cinta dan kerinduan setiap makhluk! Allah menciptakan alam semesta karena cinta. Cinta kepada Allah adalah cinta yang abadi, ia sumber dari segala cinta. Cinta kepada Allah tak terbatas ruang dan waktu, ia akan selalu menimbulkan kerinduan dari relung hati yang terdalam, rindu untuk segera ‘bertemu’, selalu melafalkan ayat-ayat terindahnya dalam setiap hela nafas dan jejak langkah.
Dalam bahasa Arab, cinta biasa diungkapkan dengan kata Mahabbah. Kata Mahabbah berasal dari kata habbah yang berarti benih, sumber dari kehidupan. Kata habbah juga berarti relung hati yang terdalam. Ia bersemayam di bagian paling privat dan terdalam dari hati manusia. Jika cinta telah memenuhi hati, maka tidak ada ruang lain untuk memikirkan selain yang dicintai. Cinta hanya milik hati, hanya hati yang bisa merasakannya.
Dalam tradisi Yunani Kuno dikenal tiga bentuk cinta, yaitu :
1.       Eros (cinta erotik)
Cinta ini terbatas pada hal-hal lahiriah saja. Ditandai dengan rasa ingin memilki, menguasai, menuntut dan mendesak. Dalam cinta ini, ego masih berperan walaupun sudah sedikit tereduksi.
2.       Philos (cinta yang tumbuh dari rasa simpati dan kebersamaan yang mendalam)
Di tahap ini, ‘aku’ telah menjadi ‘kami’ atau ‘kita’. Rasa ingin memiliki dan menguasai sudah melebur menjadi saling berbagi, saling memberi dan saling merasakan suka dan duka.
3.       Agape (cinta tertinggi)
Cinta ini ditandai dengan perhatian yang mendalam terhadap yang dicintai. Bukan hanya ‘saling’, tapi telah sampai pada tataran, mencurahkan, memberi tanpa syarat dan tidak lagi merasa dengan derita yang dialami demi yang dicintai. Agape adalah cinta spiritual yang telah jauh meninggalkan jasmaniah, ia telah sampai pada batin terdalam.
Kita tidak akan sampai pada cinta spiritual sebelum kita mampu untuk mencintai apa yang dicintai Allah dan RasulNya dan menjauhkan diri dari apa yang tidak disukaiNya. Dengan mencintai Allah, kita akan mencapai cinta yang hakiki. Bukan cinta semusim, bukan cinta sesaat, bukan cinta palsu, bukan cinta duniawi yang terkadang melenakan. Bukan pula cinta dengan segala definisinya yang bermacam-macam itu. Tapi cinta yang membuat kita selalu dibuai kerinduan pada ‘Sang Kekasih’, rindu yang tidak pernah berakhir. Cinta dan rindu yang paripurna! Serpihan-serpihan cinta manusia akan kembali ke asalnya, kepada Allah. Maka Allah adalah hulu yang menjadi sumber cinta dan padaNya pula ia kembali dan bermuara.
Lalu, bagaimana kita meraih cinta itu? Pecinta hanya damba kerelaan Kekasihnya. Pecinta hanya berharap bertemu Kekasihnya. Mata kalbu senantiasa memandang sang Kekasih. Kalbu mengenal dan melihat Tuhannya. Pecinta hanya puas di dekat Kekasihnya. Kalau Dia jauh, siapa lagi yang diharap? Orang yang mencintai Allah akan mengingatNya di mana saja dan kapan saja. Taubat dari segala dosa, sabar atas ujian hidup dan beribadah yang tulus menjadi sarananya.
“Semua yang kita cintai itu fana, seperti halnya diri kita sendiri. Yang kekal adalah ruh kita yang suci, karunia terbesar bagi kita, dan pemilik ruh itu, yakni pencipta kita. Kesadaran akan hal itu merupakan anugerah yang lebih besar dari semua yang kita miliki di dunia ini. Sebab, jika Allah mencintai hambanya, tentu Dia akan memberikan kapada orang tersebut pemahaman, kesadaran, iman dan rasa cinta kepadaNya.”
Ramadhan akan segera berlalu.. sudahkah ia menyisakan sedikit cinta untuk kita? Akankah kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan yang penuh dengan  cinta dan kasih  Illahi? Semoga! Ramadhan oh Ramadhan.. seandainya kau hadir setiap hari! Rasanya, aku belum puas menikmatimu, tapi kau akan segera berlalu! Ingin ku selalu berada dalam damai kasihmu. Rindu Ramadhan.. kan slalu memenuhi ruang batin yang haus akan iman. Ramadhan yang ku cinta.. Semoga ruhmu akan terbawa dalam setiap denyut nadi kehidupan. Izinkan aku untuk jatuh cinta dan terus jatuh cinta, marasakan manisnya beribadah, tak sebatas bulanmu, tapi jauh melampaui masa untuk menuju pada cintaNya. Menggapai cinta yang sebenar-benarnya cinta. Ya Allah.. Izinkan kami untuk terus belajar,  berbenah dan memperbaiki diri setiap saat. Mohon ampunanMu atas segala khilaf, dosa, niat yang terkadang masih dihiasi oleh riya dan dendam masa silam yang membelenggu hati. Mohon jauhkan kami dari sikap sombong dan segala hal yang membuatMu murka. Bimbing kami untuk selalu mendekatkan diri padaMu!
Sujud syukurku untuk Islam yang ku cinta. Alhamdulillah... nikmat Islam itu takkan pernah tergantikan, InsyaAllah..
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mencintai dan dicintai Allah.. Amiiiiin!

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang
Dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya
Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasaMu
Yang takkan habis sampai di akhir waktu
Perjalanan ini..

Terima kasihku padaMu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
Hanya diriMu yang tahu besar rasa cintaku padaMU
Oh Tuhan.. anugerahMu tak pernah berhenti, slalu datang kepadaku
Tuhan semesta alam dan satu janjiku
Takkan berpaling dariMu

Terima kasihku.. Ya Allah
AnugerahMu..
Engkau sisihkan semua aral melintang di hadapanku
Dan buat terang seluruh jalan hidupku melangkah
(Takkan berpaling dariMu – Rossa)
Read More

Peranan Bidang Kearsipan Dalam Penyelenggaraan Administrasi Publik


Selama ini, pelayanan administrasi menjadi lahan pekerjaan yang kurang diminati. Hal ini seperti yang terjadi pada bidang kearsipan dimana kearsipan kurang mendapat perhatian. Padahal, kearsipan mempunyai peran sangat penting dalam usaha melayani masyarakat. Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat  dalam mencapai tujuan serta cita-cita bangsa. Oleh itulah diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan terarah sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung dan berdaya guna, bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta tersaji dalam bentuk memory kolektif dari proses penyelenggaraannya melalui pemeliharaan arsip atau dokumen.
Perkembangan tekhnologi informasi berdampak sinergis terhadap sistem kerja administrasi, dalam hal ini penciptaan surat dan dokumen. Tekhnologi informasi mempermudah penciptaan sebuah dokumen.  Implikasinya akan berakibat pada perubahan manajemen yang berorientasi  dan berbasis tekhnologi informasi dengan sistem penataan dan penyelenggaraan yang baik. Informasi arsip perlu pengelolaan khusus agar arsip-arsip yang tercipta sebagai pertanggungjawaban nasional dapat terselamatkan. Pelayanan informasi arsip harus dapat memberi dampak positif bagi keterbukaan informasi pada pelayanan publik seiring dengan penegakan hukum dalam rangka menciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa.
Undang-undang kearsipan No. 43 tahun 2009 tentang kearsipan menyebutkan bahwa dalam penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan arsip yang outentik dan terpercaya. Artinya, penyelenggaraan yang komprehensif dan terpadu dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional serta prasarana dan sarana yang memadai akan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Arsip merupakan salah satu produk akhir dari proses kegiatan administrasi yang berbentuk rekaman outentik tekstual, visual , audiovisual dan kartografi, sehingga arsip dapat dijadikan suatu aset informasi outentik yang merekam perjalanan pembangunan suatu bangsa yang di dalamnya memiliki nilai guna sejarah, nilai guna hukum, nilai guna ilmu pengetahuan dan tekhnologi, nilai guna administrasi dan nilai guna keuangan/ekonomi.
Arsip mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta. Manfaat arsip bagi suatu organisasi antara lain dapat ‘menyampaikan’ informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan dapat dijadikan sebagai alat bukti bila terjadi masalah serta sebagai alat pertanggungjawaban manajemen dan transparansi birokrasi.
Kalau melihat kenyataannya, apa sih arsip itu? bukankah arsip itu hanya limbah dari suatu ‘kenikmatan’ semata? Misalkan sehelai kwitansi atau faktur dapat disebut arsip, maka kwitansi itu (jika) asalnya dari hasil belanja anda di sebuah restoran untuk menikmati berbagai makanan, maka kegiatan itu bukanlah suatu ‘kenikmatan’. Lebih spesifik lagi jika proses pembangunan suatu daerah itu dilakukan dengan aspek keuangan, maka proses pembelanjaan pembangunan untuk memberikan kenikmatan bagi masyarakatnya melalui berbagai hasil proses pembangunan, maka bukankah fungsi pembangunan itu memberikan suatu kenikmatan? Maka lebih nyata lagi bahwa dana 1 milyard untuk melaksanakan satu kegiatan pembangunan wilayah bisa diwakilkan pada sebuah dokumen proyek yang hanya sebesar buku yang berisikan 100 halaman. Ingat juga sebuah cek yang hanya satu lembar bisa mencairkan dana sabanyak apapun yaang anda inginkan.
Kasus hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan melatarbelakangi dari fokus perlindungan dan penyelamatan arsip terkait kewilayahan, kepulauan dan perbatasan. Dalam pengadilan internasional, Indonesia dikalahkan dengan dokumen yang diajukan Malaysia. Dokumen tersebut berisikan survey satwa liar di Pulau Sipadan dan Ligitan berbahasa inggris. Praktis, hakim menafsirkan kebenaran Malaysia sebagai daerah jajahan Inggris menjadi pemenang dalam kasus tersebut. Kelemahannya adalah terletak pada kearsipan nasional yang tidak menyimpan bukti-bukti dokumen yag kuat  untuk mendasari klaim Indonesia terhadap batas wilayah. Batapa ironisnya sebuah negeri yang benar-benar belum ada rasa konsekwensi terhadap aturan hukum dan ancaman terhadap orang-orang yang telah dianggap telah turut bertanggung jawab atas hilangnya dokumen atau arsip penting.
Mengapa arsip begitu sulit untuk menjadi tertib? Apakah ‘nestapa’ ini akan menghilangkan nilai-nilai sejarah? Perlu diketahui, di tingkat kelurahan maupun desa hampir di seluruh wilayah Indonesia dihadapkan pada administrasi pemerintahan yang belum melakukan pengelolaan arsip yang baik dan benar. Padahal bagi suatu bangsa, arsip adalah indikator suatu kemajuan. Pengelolaan arsip di nagara maju telah berjalan dengan baik dan benar. Di era modern, arsip merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintahan yang telah menjalankan tugasnya. Ini adalah upaya doing the best, budaya unggul, budaya membangun bersama-sama untuk hari esok yang lebih baik.
Manajemen kearsipan (Records Management) adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam rangka mengelola keseluruhan daur hidup arsip. Daur hidup arsip terdiri dari tahap penciptaan (creation), tahap penggunaan dan pemeliharaan (use and maintenance) dan tahap penyusutan (disposal). Hubungan arsip dan administrasi merupakan hubungan dua sisi mata uang atau hubungan suatu benda dengan bayangannya. Arsip adalah bagian dari proses administrasi, hanya ada apabila administrasi itu berjalan.
Kearsipan mempunyai peranan sebagai ‘pusat ingatan’, sebagai ‘sumber informasi’ dan ‘sebagai alat pengawasan’ yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi. Arsip memiliki fungsi dan kegunaan yang signifikan dalam menunjang kegiatan administrasi negara dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Karena signifikansi informasinya, arsip harus dikelola di dalam suatu sistem yang disebut menejemen arsip dinamis, yang merupakan pengelolaan terhadap keseluruhan daur hidup arsip.
“Dunia tanpa arsip akan menjadi dunia tanpa ingatan, tanpa kebudayaan, tanpa hak-hak yang syah, tanpa pengertian akan akar sejarah dan ilmu serta tanpa identitas kolektif.” (Liv Mykland, 1992). Ini menandakan bahwa penyelenggaraan kearsipan menjamin penyelamatan dan pelestarian arsip sebagai bukti pertanggungjawaban nasional, bukti akuntabilitas, memory organisasi, dan pada akhirnya sebagai bukti kolektif suatu bangsa.
“ARSIP ADALAH BINTANG KEJUJURAN ADMINISTRASI.”



Read More

Rabu, 10 Agustus 2011

“Pelayanan Administrasi Publik Menuju Era Good Governance”


Arti penting Administrasi dalam pelayanan masyarakat

Kualitas pelayanan administrasi publik sudah menjadi kepentingan yang ‘urgen’ di masyarakat. Pemerintah wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi. Untuk mencapai pelayanan administrasi publik yang berkualitas, dibutuhkan suatu sistem yang harus dilandasi oleh responsivitas, transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Untuk menciptakan sistem ini ada dua sisi yang dilakukan oleh Aparatur dan Sistem. Paradigma dari birokrat harus dirubah dari orientasi kepada kekuasaan menjadi melayani  masyarakat. Praktek-praktek birokrat dalam hal ini mendahulukan pelayanan atasan, pada masyarakat sekarang bergeser pada pelayanan masyarakat. Sistem dibangun berdasarkan citizen’s charter, suatu pendekatan bahwa pemerintah bersedia untuk melayani masyarakat sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat dalam bentuk kontrak pelayanan.
Seperti yang kita tahu, terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu ciri pemerintahan yang baik (Good Governance) sebagai tujuan dari pendayagunaan aparatur negara dan sebagai konsekwensi logis bahwa pemerintahan dibentuk adalah untuk menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat.
Pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang terjadi pada masa reformasi memungkinkan terjadinya penyelenggaraan pelayanan dengan jalur birokrasi yang lebih simpel, ringkas dan memberikan peluang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara maksimal.
Pemerintahan yang baik harus diselenggarakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek di masyarakat yang selalu berkembang. Aspek-aspek tersebut dapat dimaksimalkan pemenuhannya melalui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara efektif. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan dikembangkannya berbagai sistem pelayanan masyarakat, antara lain dengan memberi layanan secara online. Keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan informasi online diharapkan terus dikembangkan sehingga memungkinkan tersedianya data dan informasi pada instansi pemerintah yang dianalisis dan dimanfaatkan secara cepat, akurat dan aman.
Kebijakan dan program yang diselenggarakan pemerintah daerah harus senatiasa diarahkan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan demokratis. Visi dan misi yang diambil diharapkan berpihak kepada masyarakat luas, sehingga diperoleh kehidupan bermayarakat dan bernegara yang seimbang. Pelayanan perolehan KTP, sertifikat tanah, surat-surat berharga lainnya dan yang berhubungan dengan bidang perijinan, seperti IMB sebisa mungkin tidak terbelit oleh birokrasi yang buruk. Dan tentu saja, ini berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena