Kamis, 22 Desember 2011

1000 Puisi Untuk Ibu

Suatu pagi.. di Car Free Day


FLP Solo Raya Present
“Dari Solo, 1000 Puisi Untuk Ibu”


Mother..
you could be like a star
you coluld be like a moon
you could be like a sun
you could be like a sky
you could be like a rainbow
you could be like an ocean
All the words in the world
Is not enough to figure out
About you..
You could be..  everything



“Sketsa Bayang”

Tlah ku sandarkan letih pada ujung sujudku
Tlah ku maafkan sgala keterbatasan diri
Ku ingin singgah, sebentar saja!
Sekedar meluluhkan resah tak berkesudahan

Tapi, tak jua ku temui.. di sini atau di sana
Semua seakan luruh, rapuh tak pedulikan peluh
Sketsa yang hilang dalam bayang
Rindu menderu mendera
Selaksa rumput basah terpapar gemintang
Izinkan ku rengkuh cahyamu
Tuk terangi sudut-sudut imaji
Dalam ruang batin terdalamku
Karena.. tak pernah ku tahu
Ada dan tiadamu

Tlah ku lukiskan sebuah asa
Pada tonggak kenangan masa silam
Tlah ku pahat kuat sosokmu
Di bias bening sanubariku




(Sweet poem from Syifa Qurota A’yun)
Ibu..
Rindumu adalah
Do’a-do’a yang menggetarkan jagad raya
Dan semesta mengamininya

Ibu..
Merindumu adalah
Do’a dalam sunyi dan kata tak terucap
Ibu..
Rinduku dan rindumu tak pernah genap
Tak berbanding, tak setara

Ibu..
Jika merindumu adalah dunia seisinya
Maka rindumu
Dunia, semesta, Jagad raya
Dan Tuhan jadi saksinya

Rindu ibu..
Cinta semesta
Kasih Tuhan bertabur kemuliaan
Kasih tanpa syarat!





 

 Di tengah-tengah acara
Eh, ada pak Jokowi..
Kita todong aja yuk!
Suruh bikin puisi plus bacain juga..





Daaaaan.. ini dia puisi pak wali kota itu
Cekiproooot...




Ibu..
Selalu memberikan cinta
Selalu menyinari
Dan tak pernah mendapatkan apa-apa
Cinta dan sinarnya tiada henti

(simpel, tapi daleeem ya)








Sehari sesudahnya, muka-muka tersebut di atas bertebaran di koran-koran lokal seperti Solopos, Joglo Semar, Suara Merdeka, Jawa Pos dan Tribun Jogja! Sesuatu yak?! Ahihihihi...
Read More

Rabu, 21 Desember 2011

Suka Duka Pengantin Baru


Memasuki gerbang pernikahan itu laksana memasuki hutan rimba yang asing. Semuanya ada di sana. Pemandangan yang indah, aneka ragam satwa yang memikat dan lain-lain. Tetapi, ada juga bahaya yang mengintai setiap saat. Diperlukan kewaspadaan ketika berpetualang di dalamnya.

Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang menyatukan dua pribadi yang berbeda dalam satu komitmen yang harus senantiasa dijaga seumur hidup. Ia membutuhkan kesiapan secara psikologis, emosional dan nalar. Menikah adalah awal dari kehidupan rumah tangga yang luas samuderanya, yang menuntut kemandirian di segala aspek. Tujuan pernikahan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biologis saja, tapi juga untuk menciptakan masyarakat yang berkasih sayang. 

Ketika baru menapak tangga pertama, semua terasa indah dan memesona. Seiring berjalannya waktu, berbagai macam problema mulai melirik. Dari masalah-masalah yang ‘sepele’ sampai ujian-ujian hidup yang lebih berat dan kompleks. Semua itu, jika tidak disikapi dengan kepala dingin, akan menyebabkan konflik yang mengancam keselamatan pernikahan itu sendiri. Salah satunya, tentang perbedaan karakter. Suami dan istri adalah dua orang dengan isi kepala yang berbeda, latar belakangpun tak sama. Jadi wajar, ketika hidup bersama, ada saja sesuatu yang bertolak belakang. Lalu, bagaimana kita mempersiapkan diri melewati ‘kerikil-kerikil’ itu? Mendengar pengalaman orang lain, setidaknya bisa membantu kita untuk menambah wawasan. Dan mencari pengetahuan lewat bacaan juga bisa menjadi alternatif solusinya.

Buku ini berisi 21 artikel ringan yang dikemas dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami. Bak ngemil kacang mete, belum bisa berhenti kalau toples belum kosong. Dua artikel pertama melukiskan suasana pengantin baru yang serba manis. Artikel selanjutnya berisi gambaran tentang hal-hal yang kemudian hadir sebagai konsekuensi hidup berumah tangga.  Merasa ‘surprise’ karena ternyata suami atau istri tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Saling beradaptasi dan memahami kekurangan masing-masing, itu salah satu kunci untuk menjaga hubungan agar tetap berada pada jalurnya. Ada yang merasa kebebasannya terenggut karena menikah. Komunikasikanlah dengan pasangan! Ternyata, ada juga yang menikah tanpa didahului oleh cinta. Lalu, bagaimana cara kita mengupayakannya? Apakah benih-benih cinta itu bisa tumbuh? Dan, tahukah anda bahwa di dalam masakanpun ada cinta! Kok bisa? 

Ketika usia pernikahan terus bertambah, kita akan semakin dihadapkan pada persoalan-persoalan yang krusial seperti pilihan tempat tinggal. Apakah kita mau terus ‘menumpang’ di rumah orang tua atau berusaha mandiri dengan mencari tempat tiggal sendiri? Dua hal tersebut memang ada plus minusnya. Bagaimana caranya kalau penghasilan kita belum cukup untuk mewujudkannya? Ada kok solusinya! Ketika hubungan mertua, menantu dan saudara-saudara yang melingkupinya mulai meruncing, itu juga menjadi ancaman yang cukup signifikan bagi kehidupan pernikahan. Belum lagi kalau anugerah anak hadir, selain membawa kebahagiaan, ternyata juga menyebabkan ‘baby dilema’ bagi sebagian orang. Hmm, ternyata memang complicated ya!

Berbicara tentang kewajiban suami istri, lakukanlah semua dengan cinta dan berdasarkan niat karena Allah. Biasanya orang hanya menuntut hak dan malas melakukan kewajiban. Bila tidak ada rasa saling pengertian bisa terjadi silang pendapat. Kalau sudah begini, komunikasi yang baik perlu dikedepankan. Konflik dalam rumah tangga adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Masih terngiang ketika beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan berita seorang istri yang dibakar suaminya, gara-gara kesal dengan sang istri yang menuntut sang suami untuk bekerja (Naudzubillah min dzalik). Hal seperti ini tidak mungkin terjadi kalau sang suami sadar bahwa jihadnya seorang laki-laki adalah saat ia bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Intinya, sekali lagi ada pada komunikasi. Karena pada dasarnya tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, asal dibicarakan.

Membaca buku ini seperti mendengar penulisnya bertutur secara langsung di hadapan kita. So close and friendly.. seperti sedang curhat dengan sahabat-sahabat tercinta. Bayangan saya kalau membaca buku non fiksi pasti akan berhadapan dengan teori-teori yang njelimet dan kadang tidak masuk akal. Dan buku ini beda! Buku ini telah mematahkan anggapan saya yang menilai buku non fiksi selalu berisi teori yang (maaf) kadang tidak benar-benar ‘dipatuhi’ atau dilaksanakan oleh penulisnya. Istilahnya, praktek tidak sama dengan teori alias tidak konsekuen. Malu dong ya! Catatan-catatan yang disajikan adalah sesuatu yang banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Pada beberapa hal juga diselipkan  pengalaman pribadi penulisnya dan orang-orang terdekatnya. It’s so real.. semuanya memberikan hikmah dan inspirasi! Buku dengan cover bernuansa pink lembut nan cantik ini cocok dibaca bagi yang belum menikah, sedang merencanakan pernikahan, dalam masa pengantin baru atau bahkan yang sudah lama menikah (sebagai pengingat masa-masa manis dan pelajaran bahwa ujian pernikahan itu berlangsung selamanya). 

Komitmen terhadap janji pernikahan adalah kunci untuk berpetualang di dalamnya. Jagalah keutuhannya mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Layaknya tanaman, ia harus selalu disiram dan dipupuk agar tetap subur. Masa-masa indah pernikahan harus terus berlangsung sepanjang hayat. Pernikahan dibangun atas nama Allah, maka sertakan Allah dalam setiap gerak langkahnya. InsyaAllah berkah! 



Judul : Rahasia Pengantin Baru
Penulis : Leyla Hana
Penerbit : Quanta (imprint  P.T Elex Media Komputindo)
Tebal : 181 hal
Terbit : November 2011
ISBN : 9786020015613


Makasiiiiih buat mbak Ela yang udah ngasih buku ini secara cuma-cuma ke saya... :D

Yang laen jangan pada ngiri yaaaaa... hayuk beli ndiri sonoooooo!

Available on a book store now lhooo.. twing-twing!

Beli langsung ke penulisnya? Boleh jugaaa.. bonus tanda tangan, so pasti!
Read More

Sabtu, 10 Desember 2011

Amazing


Masih  dalam masa menanti kiriman buku dari Mbak Leyla Imtichanah

Ga tau kenapa kemarin di grup ‘Be a Writer’, Mbak Ela bisa milih blog ini buat resensi buku barunya ‘Rahasia Pengantin Baru’.. (jiaaa judulnya bikin mupeng bener nih). Padahal kan blognya sepi kayak gini, uda gitu saingannya blog-blog keren lagi! Duuh, duuuh.. berdasarkan apa ya penilaiannya :D

Tapi, bersyukur aja deh (harus dong).. karena ini tantangan buat belajar ngresensi, tunggu aja ya.. ( masih amazing ga ketulungan nih, dapet gratisan buku dari mbak Ela, huhuhu.. dasar mental orang i n d o n e s i a ! )

Amazingnya sama kayak pas dapet kiriman postcard cantik dari mbak Kusumastuti. Kenapa amazing? Karena Mbak Kusumastuti domisili di Austria.. jarang-jarang kan dapet paket dari luar negeri, dari penulis favorit lagi... duh, duuuh.. ga kebayang deh senengnya waktu itu. Langsung deh, didokumentasikan..

Ini nih.. repost from fb (with thread’nya sekalian) :


‘a Gift from Austria’


Dear Kusumastuti Fischer
(Jiaaaa.. ketahuan marganya nih)

Thank you so much for these beautiful postcards.. J
Please.. tell me something more about Austria... ;)
(gini nih, kalau obsesi backpacker yang kagak kesampaian, ujung-ujungnya ntar pasti  dijelajah pake pesawat cap ‘Google Earth’... :D)

Gara-gara ini nih jadi mupeeeeeng, ngebayangin negara gunung, sejuk dengan saljunya, sungai-sungainya, kastil-kastilnya.. sampai seabreg peraturan sosialisnya itu.
Gift’nya aku abadikan di sini ya mbak... ( i want more..i want more.. nah lho!)



“Ini kota saya, cuma sekitar 5000 orang tinggal di sini. Yang saya lingkari itu Rumah Sakit. Rumah saya ± 500 meter ke arah kanan (di luar postcard, hehe) dari RS ini.”
(Wah..wah.. Austria memang indah banget ya Mbaaaak....  dimana-mana, kayaknya kerasa sejuuuk aja liatnya! Sini mah, puanasnya minta ampun! Kayaknya atmosfer udah bocor di sini.)
  


 
“Area ini tidak jauh dari kota saya. Masih penuh binatang dan hutan seperti cerita Hansel & Gretel, hehehe.. Di musim salju jadi tempat main ski.”
(Tuh kaaaaan, bikin semakin mupeeeeeng deeeh..huhuhuhuhuhu, nangis bombay sampai ngalir ke sungai Gangga. Ih, apa sih ah, norak deh, lebay deh :D)





“Kota-kota di Austria dihubungkan dengan sungai. Dari tempat tinggal saya (Hinterstoder), sungainya terus mengalir ke Steyr (Tal = Lembah).”
(mirip-mirip Belanda gitu ya mbak.. cobaaa kalau bisa ke sana, dalam mimpi siiih. Sudah pasti ku jelajah itu semua. Eh, sadar dong! Tepok jidat! Tampar pipi! Ngayal mulu kerjaannya!)





“Kelanjutan sungai dari tempat saya. Kota ini perpaduan dua sungai, Sungai Steyr dan sungai Enns.”
(Rata-rata bentuk bangunannya sama ya mbak? kayaknya masih mempertahankan nilai-nilai budaya gitu. Udah indah, bersih lagi! Duh,duuuh..Indonesia kalah telak nih. Kapaaaan ya, Indonesia bisa sebersih ini, bukan cuma kotanya, tapi juga sungainya).


By the way, on the way, busway..  i wanna say, many thanks for sent me this gift!
(Halah, sok keinggris-inggrisan, bilang aja ga bisa, pake acara buka kamus lagi, hehehe)
Over all, I’m so proud n glad to know you..
Wish we’ll be a very good friend..
(and.. wish i could be the one of them and get lost in that castle, Gallspach..kyaaaa,wuahaaaaaa)
Salam Kunigunde...

UnlikeLike · · Unfollow postFollow post · Share · Delete

You and Kusumastuti Uti like this.

Mbak Santi Artanti sayangggggggggggggggggg, aku sampai melongo luar dalam ( hahaha bisa ya?) aduhhh mbak satu ini ruajin buangetttttt di scan dan di bahas satu2.... soal bangunan,di sini bangunan tua memang tampak luar tidak boleh diutak a...tik ( selain di renovasi). Dalamnya mau jadi lain terserah, tapi tampak luar , ratusan tahun, ya begitu itu. Soal bersih.... program buang sampahnya dulu donkkkkk... bikin nyengir deh.... kotak sampahnya di rumah di bedakan dari: kertas, karton, kertas warna, plastik, botol putih, botol berwarna, sampah dapur tanpa tulang, sampah dapur bertulang, baterai, plastik kemasan bersih dan plastik kemasan kotor, sampah halaman. Itu baru di rumah doankkkk. Jadi kalau nerima surat. Amplopnya masuk kategori karton, suratnya kalau tipis masuk kategori kertas, kalau tebel masuk kategori karton, kalau kertas suratnya berwarna masuk kategori kertas warna. huaaa bener hhahahaha tapi anyway, santiway hihihihi... ikut seneng kalau mbak santi suka. Terima kasih buat semuanya mbak!See more
22 September at 23:12 · UnlikeLike · 1

Kusumastuti Uti BTW mbak, hihihihi gift dalam bahasa jerman artinya racun hihihiihi... (penting ngga sehhhh hihihi)
22 September at 23:20 · LikeUnlike

Santi Artanti Weew,segitunya ya mbak..higienis bgt!
Heuheu,pdhl dsini amplop suratnya aja aku simpen lho.kan jarang2 tuh dpt surat dr luar,hehe..jgnkan yg unik2 gini,surat cinta monyet jaman SMA aja msh kesimpen rapi..waks,ga penting ya!
Wah,kalo gt gmn cara ngapalin keranjang sampahnya ya >_<
Sama2 makasih buat bagi2 pengalamannya,mbakku sayaang,halah.. :D
Eh iya,Fischer itu bknnya nama presiden'nya mbak?
22 September at 23:31 · LikeUnlike


Santi Artanti Waw,gift=racun? Iya,bener tuh..racun'nya udah mencemari pikiranku tuh skrg,ngayal saljuuu terus :D
22 September at 23:32 · LikeUnlike

Kusumastuti Uti hihihi iya fischer itu nama presiden austria.. fischer = tukang ikan. itu nama keluarga yang paling pasaran. kalau buka buku telpon, 3 halaman juga fischer semua hihihi
23 September at 15:30 · UnlikeLike · 1

Hmm, Subhanallah.. dunia maya memang memberi warna! Asalkan positif, InsyaAllah membawa berkah..
Read More

Kamis, 08 Desember 2011

Rumah Baca Pelangi, Sebuah Impian


When the dream come true..


Flp Pelangi SoloRaya Present..

‘Rumah Baca pelangi ‘

Ini adalah salah satu mimpi bersama
Berharap bisa memberi manfaat kepada masyarakat
Untuk membudayakan cinta membaca
Dan mengasah kecerdasan literasi
Menuju kualitas pribadi yang lebih baik


Ingatkah..  Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira’ adalah perintah untuk membaca sebuah ayat? Tapi saat itu ia mengelak dan berkata bahwa ia tidak bisa membaca. Malaikat Jibril mengulangi perintahnya sampai tiga kali dan ia tetap mengelak. Lalu Jibril berkata :

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”(Al-Alaq 96: 1-5)

Dan  kata ‘Al Qur’an’.. pun bermakna sebagai ‘Bacaan’

Maka..  sudah selayaknya, sebagai insan yang beriman, kita wajib belajar.. tak terbatas waktu. Dan membaca adalah sarana belajar efektif yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tak terbatas pendidikan, latar belakang dan usia. Membaca adalah kebutuhan nurani!

"The things I want to know are in books; my best friend is the man who'll get me a book I ain't read."
- Abraham Lincoln-




Sweet Scrapbook! Made in Trio Persun
SOLD OUT!
Bisa dipesen di Rumca Pelangi lhooo..
Bisa untuk Diary dan hadiah



Klik Page’nya di sini yaaa.. Rumah Baca Pelangi on Facebook




Rumah Baca Pelangi Present..

Tahukah kamu, terkadang kesulitan membaca merupakan sebab utama lemahnya anak dalam semua pelajaran. Yuuk, bagi yang berdomisili di Surakarta dan sekitarnya.. daftarin putra-putrinya ke :

‘Les Baca Anak Hebat’

Jl. Lurik 21 Ngruki Cemani
Grogol (Depan Arafah Square)
Info : (0271) 8022279
Untuk pra TK (Minimal 3,5 tahun), TK dan SD
Setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at
(Alternatif : Belajar membaca Iqra’)
Mari, budayakan membaca sejak dini! InsyaAllah menjadi generasi berprestasi! Kami siap membantu  ^_^

Dan inilah anak-anak hebat itu..
Hai, namaku Aldona
Kecil-kecil gini, aku sadar kamera lho!


Kenalkan, namaku Tsabit
Hobiku : nyembur! Tapi aku kreatif lho..
Seperti iklan tivi, ‘ga ada gue ga rame’

 
Kenalin, namaku Heza
Hobiku nggambar bunga-bunga


Hai, namaku Fa’iz
Meskipun gigiku ilang ga bersisa,
Tapi aku tetep ganteng kaaan?


Namaku Nuel
Aku jago nggambar lho, terutama kereta api
Tuuuut...tuuuuut...tuuuut


Namaku Rafa
Aku lagi serius baca nih!


Namaku Tata
Meskipun pemalu, tapi aku rajin lho!


Namaku Rahman
Niiih, aku uda abis baca


Aku Yesi
Aku lagi nunggu giliran baca


Ini sebagian coretan anak-anak kreatif itu

Betapa senangnyaaa melihat senyum ceria mereka! Di pundak merekalah kan kita gantungkan harapan dan cita-cita.. kelak, untuk kehidupan bangsa yang lebih membanggakan!



Alhamdulillah..
Jejak pelangi yang terekam
Bersatu dalam keberagaman
Oh, indahnya!
Read More

Senin, 05 Desember 2011

'out of the blue'



Ingin sejenak melepas penat...
Karena kadang, otak itu seperti balon
Kalau ia terus-menerus ditiup kesibukan
Maka tunggulah sampai “Duaaaarrrr”


Dan karena setiap perjalanan adalah prasasti berharga
Sudah selayaknya ia didokumentasikan
Karena belum tentu kita akan dua kali melaluinya
Di jalan yang sama pada kesempatan lain (jika ada)


These are some view from my train..









Dan air mata langit itupun mengguyur semesta di separuh perjalananku
It wash away my pain..









Menjejak kota pahlawan selepas hujan.. Brrrrrrr..
It’s cold outside!




Maskot kota yang terkenal itu..
(Hmm, kira-kira pertarungan ini akan dimenangkan oleh siapa ya?)






And finally.. this is the destination
Suramadu Bridge! It’s so exotic in the night
So sparkling..







Hidup itu memiliki tujuan..
Dan kereta? Deretan gerbong yang tak lebih dari jejeran titik waktu yang menghidangkan peristiwa, yang menyambung semua fenomena, hanya untuk tiba atau kembali ke stasiun yang sama. “Ia tak dapat menetapkan kini, apakah ia sedang beruntung atau sebaliknya. Apakah ia akan berangkat atau akan sampai. Dalam perjalanan atau sedang kembali. Mulai dan menyudahi ternyata sama.”

Setiap kita memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda..
Dan layaknya stasiun, ia hanya pemberhentian sementara yang menghadirkan pilihan-pilihan. Apakah kita mau berhenti di situ atau melanjutkan perjalanan kembali sampai stasiun berikutnya. Hal-hal yang terjadi di dalamnya adalah proses untuk kita sampai pada pemberhentian yang abadi. Karena pada dasarnya, tujuan kita hanya satu.. kembali padaNya.


(03Des2011)
Read More

Sabtu, 03 Desember 2011

[Resensi Film] The Day After Tomorrow


Ini adalah salah satu film favorit saya yang bergenre fiksi ilmiah... :D

Di akhir tahun 90-an, isu pemanasan global semakin mengemuka. Peningkatan temperatur suhu rata-rata di atmosfir, lautan dan daratan menjadi masalah yang berpotensi mengancam kelangsungan kehidupan makhluk bumi. Menurut Intergovernmental Panel and Climate Change (IPCC) yang merupakan sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara, pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu sebesar 0,6 - 0,7 derajat Celcius (1 derajat Fahrenheit) sejak tahun 1861. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1,4 - 5,8 derajat Celcius (2,5 - 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100. Bahkan untuk wilayah Asia, peningkatan temperatur rata-rata lebih tinggi sampai mencapai 10 kali lipat.

Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui  seperti minyak bumi, bartubara dan gas alam. Hasil pembakaran dari bahan-bahan bakar tersebut menghasilkan karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfir bumi. Jika atmosfir dipenuhi oleh gas-gas itu, ia menjadi semacam penghantar panas yang lebih banyak dari matahari yang dipancarkan ke bumi. Padahal, atmosfir merupakan lapisan udara yang melindungi bumi dari teriknya matahari. 

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat dan akan mencairkan banyak es di kutub terutama sekitar Greenland yang selanjutnya akan lebih memperbanyak volume air di laut. Berdasarkan temuan ilmuwan yang tergabung dalam IPCC, tinggi permukaan laut di seluruh dunia telah bertambah 10-25 cm selama abad ke-20. Dan disinyalir, ini akan terus meningkat 9-88 cm lagi pada abad ke-21. Bisa dibayangkan jika lelehan es tersebut mengalir ke laut lepas, bukan tidak mungkin kalau pulau-pulau kecil di dunia akan lenyap dari peta bumi. Selain itu, dampak lain yang tak kalah mengerikanpun sudah mulai tampak akhir-akhir ini, seperti terjadinya cuaca ekstrim yang ditandai dengan badai tropis (seperti El Nino, La Nina dan Katrina), curah hujan yang tinggi serta mewabahnya penyakit tropis seperti demam berdarah dan malaria.

Mengingat dampak dari pemanasan global yang sedemikian meresahkan, banyak cara ditempuh untuk ‘menyadarkan’ masyarakat. Mulai dari ajang yang bergengsi seperti diadakannya konferensi-konferensi internasional yang menyoroti masalah lingkungan hidup, penyebaran pamflet-pamflet akan bahaya pemanasan global, reboisasi hutan, penghijauan kota sampai ke ranah film yang dirasa sangat dekat dengan masyarakat. Ini diharapkan lebih mampu menyentuh nurani. Salah satunya adalah The Day After Tomorrow.. Film besutan sutradara Roland Emmerich ini cukup berhasil menyedot perhatian dunia, terbukti dengan peringkatnya yang menempati urutan ke 45 dunia dan meraup keuntungan sebesar US $542,771,772.

Jack Hall (Denis Quaid) adalah seorang Paleoclimatologist yang sedang melakukan penelitian di Benua Antartika bersama temannya Frank (Jay O. Sanders) dan Jason (Dash Mihok). Mereka melakukan pengeboran untuk mengambil sampel inti es di Larsen Ice Shelf. Saat sedang mengebor, terjadi retakan besar yang seolah-olah membelah benua itu. Jack menyajikan temuannya pada Konferensi Pemanasan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa di New Delhi, India. Di sana hadir banyak diplomat, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat, (Kenneth Welsh) yang tidak yakin pada teori Jack.

Keprihatinan Jack juga dirasakan Profesor Terry Rapson (Ian Holm) dari Pusat Penelitian Iklim di Hedland, Skotlandia. Di sana Rapson menemukan dua pelampung di Atlantik Utara yang menunjukkan penurunan suhu air secara besar. Rapson menyimpulkan bahwa mencairnya es di kutub telah mengganggu arus Atlantik Utara. Dia menelpon Jack dan memberitahu apa yang terjadi. Jack percaya bahwa peristiwa yang pernah ia ramalkan akan terjadi, tapi tidak dalam waktu yang sangat dekat. Kemudian Jack dan kedua temannya membangun model prakiraan cuaca bersama Janet Tokada (Tamlyn Tomita) dari NASA.

Sementara itu, di seluruh dunia telah terjadi cuaca ekstrem secara massal. Di Chiyoda, Jepang terjadi hujan es batu sebesar bola baseball dan kota Los Angeles telah hancur oleh serangkaian angin topan. Presiden Amerika Serikat (Perry King) mengumumkan kepada FAA untuk menghentikan lalu lintas udara di Amerika Serikat disebabkan oleh cuaca buruk yang sangat parah. Sementara itu, tiga Helikopter RAF masuk ke mata badai superstorm yang menyebabkan bahan bakar serta awaknya membeku dan mereka jatuh seketika. Ini disebabkan oleh turunnya suhu di bawah -150 °F (-101,1 °C) dan ini merupakan awal dari Pembekuan Global.

Anak Jack, Sam Hall (Jake Gyllenhaal) berada di New York City untuk sebuah kompetisi akademik dengan teman-temannya, Brian dan Laura (Arjay Smith dan Emmy Rossum). Selama kompetisi, cuaca menjadi semakin buruk dengan angin kencang dan hujan deras. Sam menelepon ayahnya bahwa ia akan pulang dengan kereta bawah tanah. Tapi Sam baru tahu bahwa Grand Central Station telah ditutup. Saat akan mengungsi di Perpustakaan Umum New York, suatu gelombang air pasang setinggi setengah Patung Liberty menerjang Manhattan. Sam dan teman-temannyanya selamat setelah berhasil masuk ke Perpustakaan itu.

Sam menelpon ayahnya bahwa ia baik-baik saja dan ayahnya memperingatkan untuk tidak keluar dari gedung itu karena badai diprediksi akan semakin parah. Sementara itu para korban selamat harus mengungsi ke Selatan. Sam mencoba memperingatkan, tapi mereka tidak percaya. Hanya beberapa orang saja yang mempercayainya. Sebagian dari mereka nekat menembus badai salju dan membeku di tengah perjalanan. Di perbatasan Meksiko banyak korban yang selamat masuk secara paksa dan ilegal. Jackpun akhirnya pergi ke Manhattan untuk menyelamatkan Sam, ditemani oleh Frank dan Jason. Sebuah perjalanan berat ditengah badai menyusuri Samudera Atlantik yang telah beku oleh salju. Di tengah perjalanan, Frank terjatuh di atap kaca sebuah pusat perbelanjaan. Jack dan Jason mencoba menyelamatkan, tapi Frank mengorbankan dirinya dengan memotong tali yang mengikat tubuhnya.

Sam dan kelompok kecilnya mencoba menghangatkan diri dengan membakar semua buku yang ada di perpustakaan dan mengambil makanan dari mesin penjual otomatis. Laura menderita keracunan darah sehingga Sam dan  Brian harus mencari insulin di sebuah kapal kargo Rusia yang terbawa oleh air pasang. Saat berhasil mendapat makanan dan obat, mata badai superstorm melewati New York dan seluruh kota membeku dengan cepat. Merekapun tiba diperpustakaan dengan cepat dan berusaha menghangatkan diri dengan membakar buku lagi.

Jack dan Jason yang bersembunyi kembali melanjutkan perjalanan dan sampai di perpustakaan yang telah tertimbun oleh salju. Mereka menemukan Sam, teman-temannya dan beberapa kelompok orang hidup dan selamat. Presiden memerintahkan pencarian pada tim penyelamat untuk mencari korban lain, yang telah diberitahukan sebelumnya oleh Sam. Akhirnya merekapun berhasil dievakuasi ke Selatan. Film diakhiri dengan adegan dua orang astronot yang memandang bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang menunjukkan mayoritas belahan bumi utara telah tertutup es.

Seru dan menegangkan! Saya hampir tidak bisa menemukan ‘cacat’ dari film ini. keseluruhannya hanya menyisakan kekaguman yang luar biasa. Berbagai spesial efek berhasil ditampilkan dengan sempurna. Seperti banjir besar yang tiba-tiba menenggelamkan semua bagian kota, salju yang penuh menimbun kota, samudera yang beku menyeluruh,  sampai adegan ketika Jack tiba-tiba melihat badai, dengan sigap dan cekatan ia melemparkan semua peralatan dan mendorong temannya masuk ke sebuah gedung dan menutup pintu pada saat yang pas. Perfecto! Dan (sepertinya) hanya di film ini, anda bisa menyaksikan patung Liberty hampir seluruhnya tertutup salju.

Film ini memberikan contoh dan pelajaran kepada kita untuk lebih mewaspadai efek pemanasan global. Mungkin dampak yang akan terjadi pada masa yang akan datang tidak seekstrim di film ini. Tapi setidaknya sekarang kita sudah ‘diperlihatkan’ secara bertahap dan perlahan-lahan berbagai fenomena alam yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahwa kita sebagai manusia yang hidup dari alam, sudah sepantasnyalah kita bersahabat dengannya, menjaga ekosistemnya agar tetap seimbang, bukan malah berbuat kerusakan dengan menggali habis sumbernya. Kemana kita akan pergi kalau bumi sudah tidak sudi menampung lagi? Dan karena alampun bisa murka.. So remember, what you give, you’ll get back!


Judul Film : The Day After Tomorrow
Sutradara : Roland Emmerich
Produser : Roland Emmerich & Mark Gordon
Pemeran : Dennis Quaid, Jake Gyllenhaal, Emmy Rossum, Sela Ward, Ian Holm
Rilis : Mei 2004
Durasi : 124 Menit
Distributor : 20th Century Fox



Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena