Minggu, 03 Juli 2011

Belajar dari Rajawali


Tahukah kamu, kalau burung Rajawali adalah burung yang bisa terbang paling tinggi? Burung Rajawali juga merupakan burung yang kuat dan tangguh. Dan ada satu kelebihan lagi, ternyata burung Rajawali itu juga merupakan burung yang paling panjang usianya? Seekor burung Rajawali bahkan bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi, untuk mencapai kisaran umur tersebut, seekor Rajawali dihadapkan pada sebuah pilihan. Apakah ia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai usia 40 tahun saja? Untuk dapat mencapai umur 70 tahun itu, burung Rajawali harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Transformasi tubuh rajawali tersebut dimulai ketika ia berumur 40 tahun. Pada saat itu rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu ataukah harus melewati sisa hidupnya yang tidak menyakitkan tapi singkat menuju kematian. Pada umur 40 tahun, bentuk paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan untuk makan. Cakar-cakarnya pun sudah tidak tajam lagi. Selain itu, bulu pada sayapnya juga sudah sangat tebal sehingga ia akan kesulitan untuk terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan tersebut, ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi dan membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian ia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama, paruh barunya akan muncul. Dan dengan menggunakan paruh barunya tersebut, ia akan mencabut kukunya satu per satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh kembali, ia akan mencabut bulu-bulu sayapnya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan bila semua proses itu telah terlewati, rajawali baru akan dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya, terbang kesana kemari menghiasi indahnya dunia. Dan tahukah kamu, transformasi yang menyakitkan itu harus dilewati oleh sang rajawali selama kurang lebih setengah tahun. Waktu yang tidak sebentar untuk merasakan sebuah ‘penderitaan fisik’.


Sebagai manusia, seharusnya kita bisa belajar dari proses transformasi rajawali ini. Ketika kita sedang menghadapi sebuah masalah, terkadang kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak mudah. Bahkan, pilihan-pilihan tersebut kadang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Seperti itulah Allah ‘membentuk’ kita, kadang kita mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, sakit, penuh dengan derita dan air mata. Semua itu adalah caraNya untuk mendewasakan kita, memaknai kehidupan dengan segala persoalannya. Nikmati saja, anggaplah sebuah anugerah kebahagiaan ketika kita sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan yang tidak mudah, karena disitulah kita belajar mencari solusinya. Berbagai ujian akan menghasilkan ketekunan. Hidup adalah tentang sebuah proses yang takkan pernah berhenti.
Hidup memang selalu dihadapkan pada sebuah pilihan. Tentang benar atau salah, ya atau tidak, positif atau negatif, pro atau kontra, destruktif atau konstruktif.. semuanya ada di tangan kita. Kita memang bebas menentukan pilihan, tapi tidak untuk konsekwensinya. Konsekwensi adalah resiko dari sebuah pilihan.
Sebagai contoh, ketika kita masih kecil, kita dihadapkan pada sebuah pilihan tentang mainan. Taruh saja, ada pilihan mainan boneka dan mobil-mobilan. Kita sebagai makhluk cewek pastinya tidak akan memilih mobil-mobilan, kecuali kalau kita mau dianggap sebagai cewek tomboy. Sebaliknya, sebagai makhluk cowok, tidak mungkin ia akan memilih boneka, kalau ia tidak mau dianggap sebagai cowok yang kolokan, manja dan tidak gentle.. itu hanya sebagai contoh kecil saja, bahwa pilihan-pilihan kita akan menghadirkan konsekwensi dibelakangnya. Pilihan bukan tentang apa yang kita inginkan, tapi tentang apa yang harus kita jalani. Pilihan adalah tentang tantangan dan kesempatan.  Dengan selalu belajar untuk membuat pilihan-pilihan ‘kecil’ itu, kita akan belajar pula untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih ‘besar’ untuk fase kehidupan kita selanjutnya.
“KETIKA KAU SUDAH MEMILIH MAKA KONSISTENLAH. KARENA DISITULAH KUNCI KESUKSESAN BERMULA. BILA KAU MUDAH MENYERAH DAN SURUT LANGKAH, MAKA JANGAN PERNAH BERMIMPI UNTUK MENJADI JUARA.” (VoA ISLAM).
Hmm, bahkan ketika kita baru membuka mata di pagi haripun, kita sudah dihadapkan pada sebuah pilihan : “Every morning, you have two choices. Continue your sleep with dreaming or wake up and chase your dream?”
So, which one you will choice.. is up to you!

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena