Sunday, 2 August 2020

Film-Film Studio Ghibli (Bagian 2)

Hai-hai, jumpa lagi. Kita lanjutin yuk ngobrolin film-film Studio Ghibli. Dalam postingan sebelumnya, saya sudah mengulas pendek 12 film Studio Ghibli. Gimana, apakah kalian sudah nonton semua? Film terakhir yang diulas adalah My Neighbors the Yamadas yang diproduksi tahun 1995. Sekarang mari kita ulas film selanjutnya, yang kebetulan diproduksi setelah milenium baru, periode 2000-an.. Let’s check it out:

 

13.       Spirited Away (2001)

Film yang mendapat banyak penghargaan ini ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Menceritakan tentang gadis 10 tahun bernama Chihiro dan orang tuanya yang pindah ke rumah barunya, tapi melalui jalan yang salah dan akhirnya membawa mereka terjebak di dunia Kami (dunia roh). Orang tuanya berubah menjadi babi setelah makan di sebuah restoran kosong tapi berlimpah makanan.

Saturday, 1 August 2020

Film-Film Studio Ghibli (Bagian 1)


Kalau ditanya, apakah saya suka nonton film? Suka banget! Kecuali film horor tapi ya (kayaknya hidup saya sudah cukup 'horor'). Salah satu jenis film yang saya sukai adalah animasi Jepang. Kalo ditanya yang paling favorit, pastinya film-film produksi Studio Ghibli. Saya lupa film pertama yang saya tonton apa. Yang saya ingat, saya langsung jatuh cinta dengan visualisasi, karakter tokoh dan pesan-pesan moralnya. Lalu saya pun niat banget nonton semua filmnya. Indikator saya memfavoritkan film itu adalah, saya tonton, saya suka, saya simpan, untuk kemudian ditonton ulang kapan-kapan. Dan ini terjadi pada film-film Studio Ghibli. Bahkan, instrumental soundtrack-nya pun tak bosan-bosan saya dengarkan.

Studio Ghibli didirikan pada 15 Juni 1985 oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata yang bertindak sebagai sutradara, serta Toshio Suzuki sebagai produsernya. Sejarah nama Ghibli, diserap dari kata ‘Qibli’ yang secara etimologis berasal dari kata ‘Qibla’ (Libia-Arab), yang berarti angin gurun yang panas. Harapannya, Studio Ghibli bisa meniupkan angin segar dalam industri film animasi. Dan benar adanya, Studio Ghibli mencatat sejarah manis, film-filmnya sangat disukai dan banyak mendapatkan penghargaan. Bahkan di Jepang sana, sampai dibangun museumnya lho di tahun 2001. (mupeeeng ke sanaaa :D)

Thursday, 30 July 2020

Kapan Pandemi Berlalu?


When someone in your circle or neighborhood is infected, that's when you believe the virus exists.

Di masa lalu, mana tahu kita akan sampai ke sebuah masa seperti saat ini. Masa ketika segala sesuatunya serba berjarak. Ruang gerak terbatas. Hal-hal yang sangat biasa kita lakukan, kini menjadi sesuatu yang 'luar biasa'. Beberapa hal, malah terkadang terasa seperti di luar jangkauan. Kita tak pernah menyangka bahwa pandemi ini benar-benar nyata adanya.

Dulu, kita bebas saja travelling ke mana suka. Sekadar ngemall, nonton bioskop, nongkrong sembari ngopi di resto favorit, piknik rame-rame, berkomunitas. Kini? Jangankan hal-hal yang sifatnya bepergian keluar rumah seperti itu. Sekadar untuk ngobrol bareng teman saja, harus benar-benar berjarak. Makan siang bersama teman kantor, yang dulu bisa dilakukan sambil bergosip ria (ups), sekarang harus dilakukan dengan menatap tembok (pengalaman pribadi). Tak ada lagi bebas bercengkerama. Semua sebisa mungkin dilakukan dengan menjaga jarak. Bahkan untuk sholat pun, kita harus mengatur shaf sedemikian rupa supaya tak bersinggungan. Sedih? Pasti! Lalu tebersit pertanyaan-pertanyaan. Kapan semua ini berlalu? Kapan hidup kita kembali normal? Kapan rencana-rencana kita yang tertunda akan terwujud? Dan segala macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran.

Monday, 13 July 2020

[Review] Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa


Setiap kita akan berada pada berbagai fase kehidupan. Pada setiap fase tersebut, kita selalu dihadapkan pada berbagai macam pilihan dan pertanyaan. Pertanyaan seperti; kita mau jadi apa di masa depan, terkadang menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan. Buku ini mencoba membantu menjawab berbagai pertanyaan menggelisahkan tersebut.

Mengapa kita gagal terus? Mengapa kita tidak diterima di sekolah favorit dan universitas negeri? Mengapa jurusan yang kita pilih ternyata tak seperti yang dibayangkan? Bagaimana bisa kita terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai passion? Dan segala rentetan pertanyaan yang pada akhirnya menimbulkan kegundahan dalam diri. Sementara di luar sana, kita melihat orang-orang begitu yakin dengan langkahnya. Ada yang diterima di sekolah favorit lalu tembus Perguruan Tinggi sesuai jurusan yang diidam-idamkan, lalu kuliahnya berjalan lancar. Sesudah lulus, rasanya mereka mudah saja mendapat pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. Semua terlihat begitu mengalir. Dan kita pun meratapi diri.

Padahal hidup bukan sebatas peringkat, prestasi atau sederet angka membanggakan di saldo rekening. Kita terlalu terpaku oleh standar sukses yang dibuat oleh society dan media. Media kadang melenakan, hal-hal yang kita lihat selalu indah. Lalu kita membandingkan diri dengan orang lain. Dan melupakan perjuangan-perjuangan yang selama ini kita usahakan. Kita merasa gagal oleh pikiran-pikiran kita sendiri. Kita merasa tak pernah menjadi apa-apa. Pada akhirnya kita berpikir bahwa kita tidak akan pernah bisa menjadi luar biasa seperti orang-orang di luar sana.

Sunday, 12 July 2020

Home is ...


A new normal adaptation. Jadi, sedikit demi sedikit aktivitas di luar rumah mulai dijalankan lagi. Atas nama kesehatan fisik dan mental, boleh lah ya sekadar jogging, menghirup udara segar sambil memburu si endorphin. (Tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak). Pagi ini melewati bilangan Menteng, Jakarta Pusat yang sejuk dan adem karena banyak pohon-pohonnya. Joggingnya sih uda niat banget. Tapi, berhubung yang dilewati adalah kawasan  paling elit, jadi mata nggak pernah lepas mengamati satu per satu penampakan rumah di situ. Dan kesimpulannya, rumahnya bagus nan mewah semua. Arsitekturnya beragam, rata-rata berpagar tinggi dan dijaga security 24 Jam. Dalam hati hanya mampu berucap, "Bahkan dalam mimpi pun tak berani mengkhayalkan mempunyai rumah-rumah seperti itu. Sangat-sangat di luar jangkauan." Dan acara jogging itu pun sedikit terdistraksi dengan hitung-menghitung aset orang yang bahkan tak pernah dikenal, ups. Bagaimana perjuangan mereka sampai mendapatkan hunian yang wow tersebut. Apakah mereka pernah jatuh-bangun dalam usaha-usahanya? Ah tapi tetap saja, angka rupiah yang terbayang-bayang super fantastis itu masih tak masuk di akal yang minimalis ini. Trust me, in my simple thought, home is one (not-too-big) building has little garden with a low fence and variety of flowers and vegetables. That's my dream home. Jadi, melihat pemandangan hunian mewah seperti itu, rasanya seperti di 'awang-awang'.

Tuesday, 9 June 2020

Apakah Netizen Selalu Benar?


Siapa yang tak punya akun medsos? Mmm, sepertinya 8 dari 10 orang punya ya. Di era digital ini, medsos sudah sangat beragam dan menjadi semacam 'rutinitas' untuk saling berinteraksi di dalamnya. Sehari tak bermedsos, serasa sebulan tak keluar-keluar rumah, katanya. Beruntunglah pandemi Covid-19 ini terjadi saat dunia teknologi informasi sudah sedemikian majunya. Jadi kita tak merasa stres-stres amat. Selalu ada hikmah dan keringanan kan di tengah kesulitan? Medsos menjadi hiburan yang cukup menyenangkan di masa 'jaga jarak' ini. Pernah tergelitik dengan berbagai macam komentar netizen di medsos? Kadang lucu, sekali waktu membuat tertawa. Di lain waktu membuat geleng-geleng gemas pengin getok karena komentar-komentarnya yang pedas. Netizen seakan-akan selalu benar, suka sekali ngeyel dan gemar nyinyir. Apalagi kalau sudah ketemu sekutunya. Susah sekali dibendung dan dikendalikan. Tahu-tahu kolom komentar sudah ribuan (ini kolom komentarnya seleb sih 😜). Kenapa ya netizen bisa begitu? Apakah waktu luang begitu melimpah sehingga mereka hanya terpaku di dunia maya saja? Bisakah kita sebagai netizen, sedikit saja menyelipkan kesantunan di antara jari-jari yang betah berlompatan di atas keyboard itu?

Monday, 25 May 2020

Assalam Museum Project


Ada yang sedikit berbeda. Kulihat-lihat, kucari-cari, tapi tak kutemukan juga. Di manakah ekshibisi-ekshibisi yang pernah kusaksikan sekitar dua tahunan sebelumnya? Ekshibisi-ekshibisi yang selalu ingin kusaksikan lagi dan lagi. Ketika mendapatkan kesempatan menginjakkan kaki lagi di tanah haram, beberapa keinginan sudah terasa bertalu-talu. Mengunjungi kembali hal-hal yang bersifat histori, rasanya seperti mendapatkan pencerahan bertubi-tubi. Dan inilah yang kutemukan, Assalam Museum Project. Di penghujung tahun lalu, proyek itu masih belum selesai. Masih banyak renovasi di sana-sini. Dalam hati sangat berharap, diam-diam lirih berucap, "It will be a great museum. Maybe Asmaul Husna Exhibition, The Holy Quran Exhibition, Prophet Muhammad SAW Exhibition, etc will merge into one big project. Oh Allah, please give me a chance to visit haramain again and again to see Your Miracles. When it's complete one day, allow us to visit it, to feel how great the history is and to instill love in our hearts. Aamiin."


Popular Posts