Selasa, 12 Maret 2013

OLEZ, Antara Cinta Dan Ambisi


Seorang suami adalah pemimpin bagi istrinya. Ia menjadi tulang punggung keluarga, karena tugas mencari nafkah sejatinya ada di tangannya. Ketika peran itu tergantikan, biasanya terjadi ketimpangan dalam hubungan suami istri. Di zaman sekarang, tak jarang wanita bekerja di luar rumah mengembangkan kariernya. Emansipasi, persamaan hak selalu didengung-dengungkan. Tak jarang pula penghasilan wanita karier tersebut melonjak melampaui penghasilan sang suami. Meskipun tingkat ekonomi membaik, karena ada dua pintu penghasilan, kadang urusan anak menjadi terbengkalai. Kebutuhan akan kasih sayang yang sudah menjadi haknya menjadi terabaikan. Akhirnya, anak yang menjadi korban. Padahal orang tua bekerja untuk siapa?

Hal itu pula yang terjadi pada pasangan muda, Wanda dan Sidhi. Wanda yang pernah belajar masak di Austria dengan spesialisasi kue, ingin memraktekkan ilmu yang dikuasainya dengan membuka bisnis kue kecil-kecilan. Awalnya, ia hanya menjadi pemasok beberapa jenis kue dengan sistem kontrak di sebuah bistro bernama Little Rose milik ibu Rosy yang terkenal angkuh dan merajai dunia bisnis restoran di Jakarta. Lambat laun, kue-kue Wanda banyak disukai dan laris manis. Hal itu semakin mengukuhkan keinginan Wanda untuk membuka bistro sendiri, lepas dari bayang-bayang Little Rose. Tapi ternyata, lepas dari Little Rose tak semudah seperti yang dibayangkan Wanda. Little Rose sadar sepenuhnya bahwa salah satu pemasoknya ingin tumbuh menjadi pesaingnya.

Tekad sudah bulat, ambisi Wanda sudah tidak dapat dikompromikan lagi. Meskipun akhirnya tetap menjadi pemasok bagi Little Rose, ia juga tetap pada keinginannya untuk membuka usahanya sendiri. Didukung oleh Alex, sahabat Sidhi dan Wanda, yang seorang pengusaha muda nan sukses, usahapun dirintis. Meskipun tetap bekerja dari rumah, kesibukan Wanda menjadi berlipat-lipat. Ia hampir tidak ada waktu untuk melihat perkembangan putra semata wayangnya yang baru berumur beberapa bulan. Otomatis, tugas mengurus anak dan hal-hal lain yang melingkupinya berpindah ke tangan Sidhi. Ketika usaha Wanda semakin berkembang dan berhasil membuka beberapa cabang, penghasilan Wanda melesat melampaui penghasilan Sidhi yang hanya seorang pegawai negeri, arkeolog yang sepenuhnya bekerja di museum. Wanda semakin acuh dengan urusan anaknya. Parahnya, hubungan dengan Sidhipun merenggang.

Berbanding terbalik dengan hal itu, hubungan antara Wanda dan Alex justru berkembang dengan sangat manisnya. Alex yang sedari awal bertemu memang sudah jatuh hati pada Wanda, bersedia membantu apa saja asalkan keinginan Wanda tercapai. Alex pula yang mengurus ini itu ketika Wanda berencana mengikuti lomba masak yang digelar di Vienna, Austria, tempat dimana mereka bertiga (Alex, Wanda dan Sidhi) bertemu untuk pertama kalinya. Pikiran Wandapun tercemar, ambisinya yang besar di dunia bisnis mengatakan bahwa seharusnya Alexlah yang menikah dengannya, bukan Sidhi. Keputusan Wanda dan Sidhi untuk menikahpun sebenarnya dari awal sudah ditentang keluarga masing-masing, mengingat pertemuan mereka yang singkat, hanya tiga hari! Selanjutnya, hal-hal yang terjadi kemudian juga terhitung kilat dan instant. Membuat semua hal terasa salah di mata Wanda.

Dituturkan dengan bahasa yang renyah, konflik dalam novel ini mengalir lembut dan bertahap. Setting yang mengambil lokasi di dua kota dari negara yang berbeda, yakni Vienna dan Jakarta membuat ceritanya menjadi tidak membosankan. Kita akan disuguhi panorama kota Vienna  dengan detail-detail yang asyik, seperti istana kaisar Austria, museum, halte-halte kereta bawah tanah sampai restoran-restoran klasiknya. Tak heran, pengarangnya memang sudah belasan tahun berdomisili di Austria, jadi sudah hafal seluk-beluk kotanya. Porsi dialog dalam novel ini lebih mendominasi dibandingkan dengan narasi. Tokohnya juga tidak terlalu banyak, hanya fokus antara Wanda, Sidhi dan Alex. 

Bagaimana akhir dari kisah mereka bertiga? Apakah semua ambisi Wanda terpenuhi? Apakah perasaan Alex tidak berubah, ketika ia sadar bahwa Wanda hanya memanfaatkannya saja? Lalu, bagaimana dengan Sidhi yang sedari awal selalu berusaha menerima dan memahami apapun yang Wanda inginkan? Mampukah sang buah hati merekatkan kembali hubungan mereka yang terkoyak? Temukan jawabannya di novel yang bercover manis dengan nuansa kuning lembut ini.

Ambisi itu selamanya tidak akan pernah habis. Ketika kita memilih untuk terus mengejarnya, maka relakanlah hal-hal yang penting dalam hidup kita, ikut terenggut bersamanya. Ada hal-hal sederhana dalam hidup yang kadang kita lupakan keberadaannya, padahal mungkin itulah harta kita yang paling berharga dan tidak bisa ditukar nilainya dengan rupiah atau alat pengukur apapun.



Judul Buku      : OLEZ, Vienna Untuk Cinta
Pengarang       : Kusumastuti Fischer
Penerbit           : Ufuk Fiction
Terbit               : Juli 2012
Harga              : Rp 39.900,-
Tebal               : 226 Halaman
ISBN               : 9786021834978


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena