Selasa, 19 November 2013

[Review] A Miracle of Touch



Pagi itu, tanggal 2 November 2013.. Saya ada janji ketemu dengan Mbak Riawani Elyta di Palmerah (Gedung Kompas Gramedia). Ceritanya, dia mau signing novel terbarunya yang menjadi pemenang berbakat di ajang lomba Amore GPU 2013 kemarin. Ini sudah keempat kalinya saya kopdaran dengan penulis asal Tanjung Pinang itu. Sudah bisa ditebak.. Selalu ada acara jeprat-jepret nggak jelas di manapun kalau ketemuan. Dan pagi itu, ‘kelakuan’ kita cukup buat geleng-geleng kepala si mbak petugas Gramedia Book Centre dan para security Kompas Gramedia.. Biarin aja ah.. Lagian, kan jarang tuh bisa jeprat-jepret di Kompas Gramedia bersama novel dan penulisnya langsung. Jadi deh, kita berdua kayak alien dari planet antah berantah yang lagi nyinggah di Bumi.. Narsis jalan terus :p



Dan, inilah cuap-cuap saya tentang novelnya itu.. Check it out!



SENTUHAN yang MENGUBAH SEGALANYA


Apa jadinya jika pernikahan dibangun tanpa pondasi cinta yang kukuh? Apalagi jika kedua belah pihak hanya menempatkan kepentingan masing-masing yang terkesan naïf dan konyol? Mampukah ikatan itu bertahan ketika satu per satu badai mulai menerpa? 

Hal itulah yang terjadi pada Talitha dan Ravey. Talitha, seorang konsultan diet yang masa izin  tinggalnya di Singapura hanya tersisa dua bulan. Ia merasa harus memperpanjangnya demi alasan ekonomi. Dua orang adiknya masih harus melanjutkan kuliah. Sementara ibunya harus menjalani pengobatan dengan biaya yang tidak sedikit. Sebagai tulang punggung keluarga, ia berkewajiban memenuhi semua itu. Salah satu solusi agar ia tetap bisa bertahan di negeri singa itu adalah menikah dengan pria setempat. Pucuk dicinta ulam tiba. Sahabatnya menjodohkannya dengan Ravey, laki-laki keturunan India, yang dikenal memiliki tabiat buruk. Ia putra harapan satu-satunya yang kelak akan meneruskan kendali perusahaan keluarga Malhotra. Atas sebuah alasan, ia harus menikah. Dan terjadilah kesepakatan itu. Kesepakatan yang membawa Talitha dan Ravey pada pernikahan pura-pura. Awalnya mereka berfikir jika semuanya akan berjalan sesuai rencana. 

“Aku yakin pernikahan bisa membuat orang berubah. Karena dalam pernikahan, kita harus bisa berkompromi dan menghargai pasangan. Ketika seseorang bisa mengalahkan egonya untuk memahami orang lain, maka pada titik itulah, dia sudah melakukan perubahan besar dalam hidupnya.” (Halaman 50)

Tapi kenyataan berbicara lain. Faktanya, pernikahan mereka banyak didera masalah. Enam bulan pertama mereka bersikap tidak selayaknya sebagai suami istri. Ibu Ravey yang otoriter terkesan selalu ikut campur rumah tangga anaknya. Belum lagi perbedaan kultur dan pandangan yang sering membawa mereka pada perdebatan. Sampai kehadiran seorang wanita bernama Mary Anne yang mengaku mengandung benih Ravey. Bagaimana mereka menghadapi semua itu, jika masalah-masalah yang ada justru pada akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta? Sesuatu yang melenceng dari kesepakatan awal.

Perasaan adalah sesuatu yang lebih kompleks. Tak terukur. Ravey harus mengakui bahwa perkembangan hubugannya dengan Talitha terbilang cukup aneh. Mereka mengawalinya dengan cara yang aneh. Lalu menjalaninya dengan cara yang mungkin tak akan dilakukan oleh berjuta pasangan yang lain, namun tak berarti minimnya komunikasi mereka juga membuat perasaan Ravey terhadap Talitha jadi lambat berkembangnya. (Halaman 120)

Sebagai klimaksnya, Ravey mengalami sebuah kecelakaan yang diduga telah direkayasa. Kecelakaan yang seharusnya telah direncanakan dan diarahkan kepada Talitha. Melihat keadaan Ravey yang tidak berdaya, menyentuh hati Talitha untuk berlaku bagaimana seorang istri mengabdikan diri pada suami dalam arti yang sebenarnya.  Tapi sayang, perjuangannya dipandang sebelah mata oleh Ibu Ravey. Talithapun terusir dan kembali ke Indonesia. Bukan saja karena Ibu Ravey merasa lebih berkuasa atas anaknya, tapi kesepakatan konyol mereka terbongkar.

Kesadaran itu menggugahnya seketika, bahwa kehendak dan kuasa Tuhan ada di atas segala-galanya. Di atas pergerakan waktu dan kemampuan manusia untuk mengisinya. Mungkin, ia akan mengusahakan kebahagiaan itu hadir lebih awal dalam rumah tangga mereka andai saja ia tahu bila hari ini, beberapa jam yang lalu, musibah itu menjadi takdir yang telah digariskan untuk Ravey. (Halaman 170)

Apakah rumah tangga mereka dapat diselamatkan? Atau hanya berakhir konyol seperti kesepakatan awal? Mungkinkah, a miracle of touch menjadi sesuatu yang mengubah segalanya? Baca selengkapnya dalam novel yang menjadi pemenang berbakat lomba novel Amore GPU 2013 ini. 

Seperti biasa, Riawani Elyta selalu meramu novel-novelnya dengan bahasa yang cerdas. Dalam novel ini, ia menjelaskan dengan runut tentang dietician, sebuah profesi yang masih jarang diangkat ke dalam novel. Menelusurinya, sekaligus membuka wawasan tentang pentingnya menjaga berat badan tetap ideal, mengatur pola makan sampai food combining

Meskipun novel ini termasuk adult romance, tapi Riawani Elyta mampu mengemasnya dengan tetap mematuhi batas-batas kesopanan. Adegan-adegan yang ditampilkan juga jauh dari kesan vulgar. Jadi, tidak ada kekhawatiran jika novel ini dibaca oleh remaja. Bertambah satu lagi koleksi novel saya, yang bisa dengan leluasa saya taruh di rak buku. Saya tidak merasa was-was kalau tiba-tiba novel itu disentuh oleh keponakan saya yang masih SMP.
 

Judul Buku          : A Miracle of Touch
Pengarang          : Riawani Elyta
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 240 Halaman
Terbit                    : November 2013
ISBN                      : 978-979-22-9949-6

11 komentar:

  1. Nice review San San. Aku harus belin buku ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Eky.. hayòo ke sini, nt kuajak jln2 ke tokbuk :D

      Hapus
  2. Thank you santi, untuk kesekian kalinya :-) masih kebayang deh ekspresi sekuriti kompas gramedia, mau ngusir mungkin gak tega yak, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Sama-sama mbak. Nt kalau ketemu lagi, kita menggila lagi yak :D

      Hapus
    2. Kenapa pas ketemu AR, kau gak menggila a.k.a jaim?
      Why, why, why... :p

      Hapus
    3. Udah gitu, kamyu kepergok ketawa-tawa sendiri, 2-3 kali gitu. Hiii... seyeeem

      Why, why, why? Hayo, jwb :p

      Hapus
  3. Oooh... jadi kalian berdua 'ngedate' di belakangku yah? :O

    Aku cembokuuuur! :D :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, kamu.. kamu.. AR.. Kamu siapa? :p
      Tunjukkan harga dirimu, eh jati dirimu :D

      Hapus
    2. Aku Ratu (bukan atut) :p

      Hapus
  4. mantabs tuh ....? gimana sih caranya agar tulisan kita dicetak di gramedia kasih tipsnya donk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirim naskah atau ikut lomba yang diadain Kompas Gramedia, Mas Ahmad :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena