Senin, 24 Februari 2014

Quiz Bookpict Riawani Elyta


For the first time…
2009.. I’ve started reading your novel
And I’ve fallen in love..

Tarapuccino (Revised Edition: A Cup of Tarapuccino)
“Saat pertama kali melihatnya, kau akan merasa seolah melihat sebuah peach dengan warna kulitnya yang cantik, membuat orang pasti tak tahan untuk mengupasnya, dan isi di dalamnya juga tak kalah mempesona. Tapi di saat kau memakannya, pertama-tama kau akan terkejut akan rasa asamnya yang sangat, tapi saat kau terus mengunyahnya kau akan merasakan rasa dan sensasi rasa yang luar biasa, sensasi rasa yang elegan, yang membuat kau tak akan bisa melupakannya.” 
So do i.. this is my favorite one. I always remember how the story began. And how sweet the ending..

Perkenalkan, menu baru di bread time.. tarapuccino, it's capuccino mix with peace,love n gaul.. Jiaah, itu mah semboyan anak muda jadul. Jadi, aku ngebayangin. mungkin kira-kira seperti itu suasana bread time di pagi hari. Nggg.. tapi jujur ya, aku lebih suka cover+judul edisi pertama dibandingkan edisi revisinya, Judul a cup of..... itu sudah terlalu mainstream, hihi.. (peace, Indiva!)


Hati Memilih
“Katanya, cinta tak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah. Tak peduli siapa yang lebih mencintai, jika cinta itu mampu menguatkan dan mendorong kita untuk ikhlas menghadapi apapun, itulah cinta yang harus kita pilih.”

Bunga di tepi jalan, alangkah indahnya... oh kasihan, kan kupetik.. sebelum layuuuu...


Izmi Lila
“Nilai sebuah persahabatan tidaklah terletak pada kurun waktu, melainkan pada makna yang ia tinggalkan dalam jiwa. Makna positif untuk mengisi hidup, makna kehadirannya dalam senang, susah, tangis, tawa.. Seperti gemerlap bintang di langit, yang tak pernah redup cahayanya, meski rembulan sedang berwujud seludang, separuh ataupun gerhana.”

Jadi ceritanya, ada sahabatku yang pulang liburan dari Singapura. Dia ngebawain aku oleh-oleh buanyaaak. Ada kaos (sekarang uda lusuh), segambreng gantungan kunci (uda abis dibagi-bagi ke tetangga), segepok gede coklat (jangan tanya, sekarang uda ga ada lagi penampakannya). Nah, yang paling 'awet' tuh kaca kecil manis plus pulpen ini. Waktu itu dia bilang gini, "Kamu kan suka nulis, jadi aku kasih pulpen terbaik!" Ouwh, so sweeet.. makasih ya wahai sahabatku! Tahukah, pulpen ini malah jarang dipakai saking sayangnya kalau abis ga tahu beli isinya di mana :D


Persona Non Grata (Revised Edition: Jasmine, Cinta yang Menyembuhkan Luka)
“Hari-hariku di masa ini sepenuhnya kuniatkan untuk menjadikan hidupku lebih baik, lebih bermanfaat, lebih dekat denganNya yang tak pernah sedetikpun alpa menerangi hidupku dengan cahaya yang mengiringi setiap detak peristiwa. Detak yang sebagian besarnya masih diselimuti kabut misteri lalu mengelupas satu demi satu seiring hembusan sang waktu. Satu yang kuyakini,bahwa aku bukan lagi seorang yang terbuang.”

Kira-kira, kalau ada orang ngebuang novel sekeren ini bakal ada yang ngambil ga ya? Naaah, kalau yang ini aku lebih suka cover edisi revisinya.. tapi untuk judul, tetep suka edisi pertamanya, unik! (Peace lagi ya, Indiva! :p )

Eh, ini lagi.. kira-kira siapa ya yang ngebuang novel ini di Istana Bogor?

Yang Kedua
“Biarkan kata cinta hanya jadi milik mereka yang masih terus mencari. Aku cukup menjalani apa yang sudah kumiliki. Bagiku cinta tak lebih sekadar ucapan di bibir selama kau tak mampu memperjuangkan apapun.”

Jadi, makna memiliki dalam cinta itu bukan seperti mengurung burung dalam sangkar! Cinta itu butuh 'udara segar' cuy... kalau terlalu kenceng diiketnya, ia malah terluka.. *manggut-manggut

Ping, A Message From Borneo
“Akan tetapi, apapun adanya hutan ini, tak pernah bisa menghapus kerinduanku akan rumahku, hutanku yang dahulu. Pada akhirnya aku mengerti bahwa cerita dan kenangan yang tertinggal dari perjalanan hidupku tak akan pernah tergantikan. Dan meskipun aku selalu mengenang cerita-cerita yang paling indah, tetapi semua simpul tetap akan berujung perih. Dan aku tetap menamai dengan nama yang sama. Luka.

Gara-gara baca ini, setiap kali liat orang utan, monyet, gorilla atau semacamnya.. jadi langsung inget Mbak Shabrina plus Mbak Lyta, eh novel ini maksudnya.. Langsung terngiang-ngiang juga akan pesan konservasinya :)


The Coffee Memory
“Saat aroma kopi itu menjauh, kusadari bahwa kau tak mungkin kutemui lagi. Seperti aromamu yang terempas butir udara, meninggalkanku dalam sunyi yang dingin. Sampai kusadari kau hadir, menyergapku dalam diam, mengembalikanku dalam kenangan. Dan menabur aroma yang sama dengan apa yang telah kutinggalkan. Ketika itulah aku pahami, aku tak mungkin berpaling lagi.”

Office, Morning, Coffee dan setumpuk kertas yang bikin cenat-cenut


First Time in Beijing
“Bagaimanapun, kesetiaan tetap membutuhkan kerikil bukan? Agar kita tahu apakah hanya karena satu kerikil kecil itu, bisa menghancurkan kesetiaan yang sudah dipupuk bertahun-tahun.”

Kalau suatu saat diberkahi kesempatan ke Negeri China (Aamiiin).. Pengin banget bisa jalan-jalan menyusuri The Great Wall,seperti Lisa... Dan aku akan mencari, adakah kerikil di sana :D


Perjalanan Hati
“Yang baru saja dilaluinya bukan hanya sekadar perjalanan langkah, tetapi juga perjalanan sekeping hati. Hati yang kemudian memutuskan bahwa tempat terbaik untuknya adalah kembali.”

Aku selalu iri sekaligus kagum dengan orang-orang Jepang yang memanfaatkan waktu perjalanan mereka dengan membaca buku. Iri, kenapa orang-orang Indonesia yang melakukannya bisa diitung jari... Kagum, teknologi negara mereka sungguh maju, tapi mereka tetep bisa menempatkan buku sebagai kebutuhan, hmmm..


A Miracle of Touch
“Hanya beberapa detik yang mereka butuhkan untuk kemudian kembali merasakan sentuhan itu. Sentuhan yang telah sekian lama mereka rindukan, sentuhan yang untuk sesaat mampu menerbangkan mereka menuju dimensi tanpa ada masalah dan rintangan. Dimensi yang hanya ada mereka berdua di dalamnya. Menatap masa depan bersama. Merancang kebahagiaan bersama."

Mmm, sebenarnya ini sudah mulai keabisan ide.. Yang terpikir hanya... cewek India akan terlihat elegan saat memakai sari. Sari yang kalau disentuh tuh lembuuuut banget.. trus abis disentuh jadi berbunga-bunga.. apaaa coba :p

Anggap aja itu Kajol dan Rani Mukerji... *pletak, dilempar RR, eh.. Shah Ruk Khan


Dear Bodyguard
“Dia telah menghadapi dan menanggung semua ini selama bertahun-tahun. Jadi, tentu tidak akan lebih sulit untuk mengatasi rasa malu ketimbang harus membiarkan tahun-tahun penuh penyiksaan itu kelak akan memadamkan semangat hidupnya seluruhnya. Membakar habis rasa optimisnya secara perlahan-lahan, seperti lilin yang jasadnya meleleh oleh nyala apinya sendiri.”

Please, abaikan saja gambar di atas! Sumpah, sebenarnya pengin ngakak ngelihatnya, maksaaaaa banget.. itu mah bukan bodyguard, tapi model-madul! Terbukti kan, kalau uda bener-bener keabisan ide :D
That's all deh..

Now, 2014.. and I’m still here, waiting for your next novels, my sista.. ;)


Hey.. hey... Ikutan juga yuk, infonya ini ya Quiz Bookpict Riawani Elyta



Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Followers

Be a Writer Indonesia

© 2011 dreamyhollic-bookahollic, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena