Saturday, 29 August 2020

Ragusa, Es Krim Rasa Sejarah

 
When I'm stressed, I eat ice cream, chocolate or sweets. 
Do you know why? 
Because, 'stressed' spelled backward is 'desserts' 
(Anonym)
 

Es krim selalu mengingatkan kenangan masa kecil saya. Saat masih berseragam putih merah, saya dan teman-teman sangat menggemari jajanan es krim yang dibungkus roti tawar. Kami selalu antri berebutan mengerumuni abang penjualnya saat pulang sekolah. Bisa kamu bayangkan kan, siang-siang saat matahari sedang terik-teriknya, pulang sekolah ketika sedang lapar-laparnya. Menikmati roti tawar yang lembut berpadu dengan manis-dinginnya es krim, mmm, nikmat nian.

Kini, ada kalanya saya ingin melepaskan lelah setelah seharian bekerja dengan bersantai sejenak sambil menikmati es krim. Iya, sepertinya es krim memang kesukaan semua orang. Dari anak-anak sampai orang dewasa, rasanya susah untuk menolak kelezatan es krim.

Es krim di zaman sekarang sangat bervariasi dan bisa ditemukan di mana-mana. Tapi saya justru merasa, nilai spesialnya menjadi berkurang.

Sampai saya menemukan es krim yang unik. Ragusa Es Italia.

Terletak di kawasan Gambir, tepatnya di belakang Masjid Istiqlal, toko es krim ini selalu terlihat ramai. Ada yang menggilitik saya, kenapa ya namanya Ragusa Es Italia? Apakah pendirinya orang Italia?

Yup, that's right. Menurut ceritanya, Ragusa didirikan oleh dua bersaudara asal Italia bernama Luigi Ragusa dan Vinzenzo Ragusa. Ragusa juga merupakan nama sebuah kota dan provinsi di Pulau Sisilia, Italia Selatan. Awalnya, pada tahun 1930-an, dua bersaudara Ragusa pergi ke Batavia untuk belajar menjahit. Tapi malah banting stir menjadi pembuat es krim. Alasannya sederhana, karena ingin memanfaatkan susu segar yang banyak mereka terima dari kenalannya, seorang wanita Eropa pemilik peternakan sapi.

You see, kadang hal-hal yang kita tekuni malah bukan sesuatu yang kita pelajari pada awalnya. Bisa jadi, kita mahir di satu bidang yang tak kita bayangkan sebelumnya.

Okay, lanjut ke es krim.

Ragusa Es Italia ini berbeda dengan bermacam es krim yang beredar di pasaran. Teksturnya lembut dan ringan, karena menggunakan bahan susu sapi segar, tanpa butter milk. Manisnya tak begitu pekat, pas di lidah. Dan kelebihannya lagi, tak menggunakan bahan pengawet. Jadi, always fresh everyday. Harganya pun cukup terjangkau (antara Rp15.000 - Rp35.000).

Pilihan menu cukup variatif dengan tetap mempertahankan cita rasa aslinya. Kesukaan saya adalah spaghetti ice cream karena keunikan tampilan dan variasi topping-nya.


Spaghetti Ice Cream

Untuk regular flavored, ada pilihan rasa mocca, vanilla, chocolate dan strawberry

Untuk premium flavored, ada pilihan durian Medan, nougat dan mint raisin.
 
Untuk mix flavored, ada pilihan coupe de maison dan special mix.

Untuk fancy flavored, ada pilihan chocolate sundae, tutti frutti, cassata sicilliana, banana split dan spaghetti ice cream.


Cassata Sicilliana


Menikmati es krim Ragusa bisa dengan berbagai cara. Boleh dinikmati di tempat, take away atau sambil bersantai di sepanjang sungai di depannya yang kini  telah ada fasilitas city walk lengkap dengan kursi-kursinya.

Saya sendiri suka menikmati di tokonya langsung. Duduk di kursi-kursi rotan zaman dulu, mengamati interior toko yang masih belum berubah sejak berdirinya. Kemudian fokus mencicipi es krim pelan-pelan, sampai lumer di mulut, sambil membayangkan keriangan masa kanak-kanak dulu ketika berebut antri es krim dan puas menikmatinya di siang yang terik kala itu.

Dan tahu-tahu, es krimnya habis tak tersisa..

Tapi kenangan akan tersisa, lekat selalu, dan tetap semanis es krim.

Bagi yang penasaran mencicipi es krim yang telah ada sejak Indonesia belum merdeka ini, bisa langsung cus ke Jl. Veteran I No. 10, Gambir, Jakarta Pusat. Buka setiap hari lho...

Dan selamat menjelajah cita rasa sejarah.


Awalnya Ragusa bersaudara menjual es krim di Pasar Gambir (Jakarta Fair) di tahun 1932
  
 
 
Cafe tetap Ragusa Es Italia yang berdiri sejak tahun 1947






Related Articles

2 comments:

  1. Bentar... Es krim roti tawar itu yang dimaksud adalah es krim dung dung, kan? Di tempatku biasanya ada dua pilihan wadah: kerupuk cone atau roti tawar.

    Dan, oh ya, kamu biasanya menikmati Ragusa sama siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, es krim dung dung jadul.
      Biasanya ke Ragusa sama temen :)

      Delete