Wednesday, 12 May 2021

Manisan Kolang Kaling dengan Pewarna Alami

Setelah seharian berpuasa, berbuka dengan es sirup ditambah manisan kolang kaling memang menyegarkan. Nyessss, dahaga tertuntaskan. Selain menyegarkan, kolang kaling juga menyehatkan tulang dan melancarkan pencernaan karena kandungan kalsium dan seratnya tinggi.
 
Sebagai penggemar kolang kaling, selama ramadan ini, hampir setiap hari saya mengonsumsinya. Saya pun berencana membuatnya lagi untuk hidangan lebaran.

 
I named it: Kolang Kaling Red Cherry
 
Manisan kolang kaling sangat mudah dibuat. Saya suka membuatnya sendiri karena bisa berkreasi warna sesuka hati. Eits, jangan salah. Pewarna yang biasa saya gunakan bersumber dari bahan-bahan alami. Supaya, segala kandungan gizinya yang alami tak terdistraksi oleh pewarna sintetis. Selain itu, menggunakan pewarna alami adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk mengurangi tiga zat karsinogenik, yang biasa terkandung dalam makanan, yaitu pewarna, pengawet dan perasa.

Berikut resep membuat manisan kolang kaling ala saya yang begitu simpel.

Bahan-bahan:
 
- Kolang kaling
- Gula
- Sirup (tentatif, boleh skip kalau tidak suka)
- Daun pandan/kayu manis (seadanya, tergantung selera)
- Buah naga (nah ini dia pewarna alaminya)
 
Cara membuat manisan kolang kaling:
 
1. Cuci kolang kaling sampai bersih. Ada beberapa yang merendamnya dulu dengan air sisa cucian beras. Ada yang langsung rebus. Saya pernah mencoba dua-duanya. Dan tidak terdapat perbedaan pada hasilnya, hehehe. Mungkin ini tergantung dari kualitas kolang kalingnya. Jika kondisi kolang kaling masih bagus dan segar, tak perlu direndam dengan air cucian beras pun tak masalah. Karena fungsi air cucian beras hanya untuk mengurangi lendir dan rasa asam pada kolang kaling.
 
2. Rebus kolang kaling bersama daun pandan/kayu manis sampai mendidih. Angkat, lalu tiriskan.
 
3. Setelah tiris, tambahkan gula dan sirup sesuai selera. Tambahkan pula buah naga yang sudah dihaluskan dan diambil sarinya.

4. Masak kembali, sebentar saja. Hanya untuk meresapkan rasa manis dan warna. Jika terlalu lama dimasak, kolang kaling bisa melunak.

Ini adalah cara untuk mendapatkan manisan kolang kaling berwarna merah layaknya buah ceri, hehehe...



Kalau untuk mendapatkan manisan kolang kaling warna ungu solid, berikut  caranya:
 
1. Idem step di atas.
 
2. Idem  juga.

3. Setelah tiris, tambahkan gula dan sirup sesuai selera. Lalu masak kembali, sebentar saja.

4. Angkat dan tiriskan kembali. Lalu campurkan beberapa potong buah naga. Uleni dengan tangan sampai warna merata pada seluruh permukaan kolang kaling. Biarkan selama satu jam, supaya warna terserap sempurna.

5. Cuci dengan air matang, supaya terpisah biji-biji buah naganya

Nah, apa sih yang membedakan hasil warna merah dan ungu ini? Kalau yang hasilnya merah, warna ungu buah naga tak bisa terserap sempurna karena direbus lagi, yang menyebabkan kandungan air kolang kalingnya keluar.

Jadi suka-suka aja sih sebenarnya...

Pewarna alami lainnya yang bisa digunakan adalah sari daun pandan (hijau) dan gula aren (coklat).

I named it: Kolang Kaling Pure Purple
Oiya, sebenarnya saya suka kolang kaling bukan hanya karena rasanya segar dan gampang dibuat. Ada alasan lain mengapa saya begitu menyukai kolang kaling. Adalah karena perjalanan kolang kaling itu sendiri, yang sampai ke pasar tuh ternyata sangat panjang. Tak semudah saat kita membuatnya. Jadi, ada semacam nilai perjuangannya, ceilah... Yap betul, perjuangan tim produksi kolang kaling.

Biji kolang kaling ini berasal dari pohon enau atau aren. Buahnya sangat keras. Sesudah dilepaskan dari tangkainya, buah aren harus dibakar atau direbus dulu, baru bisa dibelah untuk diambil dagingnya. Setelah itu masih harus dipipihkan dan direndam air kapur selama 2-3 hari, supaya bersih dan kenyal. Untuk menyimpannya pun harus direndam dengan air.

Dengan kerja keras banyak pihak itu, akhirnya siklus suatu bahan makanan sampai ke dapur kita.
 
So, setiap detail rezeki makanan yang disampaikan kepada kita, seharusnya ada ruang yang kita sediakan untuk selalu mensyukurinya.



Selamat Idul Fitri 1442 H
Taqobbalallahu minna wa minkum
Shiyaamanaa wa shiyaamakum
Kulla'amin wa antum bikhoir





Related Articles

No comments:

Post a Comment