Monday, 17 January 2022

Review Keep Going: Tetap Kreatif Ala Austin Kleon

Apakah kamu merasakan bahwa manusia semakin kreatif seiring perkembangan teknologi? Bisa jadi kamu dikelilingi oleh orang-orang kreatif yang tak pernah kehabisan ide? Atau mungkin juga kamu adalah salah satu orang yang berkecimpung dalam dunia kreatif? Atau malah baru mencoba sesuatu, tetapi malah mau menyerah?

Orang bilang, kreativitas itu tak terbatas. Tetapi kadang, pada batas tertentu, bisa saja kita merasa jenuh dengan hal-hal yang kita lakukan. Padahal yang kita lakukan itu sudah sesuai passion, misalnya. Nah, saat-saat itulah kita perlu me-recharge ulang energi kita.


Dalam bukunya Keep Going -yang ditulis setelah Steal Like an Artist dan Show Your Work- ini, Austin Kleon memberikan cara-cara yang menyenangkan untuk tetap kreatif. Hampir semuanya saya rasakan relate banget dengan kondisi sekarang, dan beberapa hal memang sudah saya lakukan. Mungkin juga kamu.

Berikut beberapa hal yang coba saya highlight:

Tentang Rutinitas

Kita hanya memegang sedikit kendali atas kehidupan kita. Satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan adalah cara kita menghabiskan hari-hari kita. Apa yang kita kerjakan dan seberapa keras kita mengerjakannya. Ketika kamu tidak memiliki banyak waktu, rutinitas akan membantumu memanfaatkan waktu terbatas yang kamu miliki. Ketika kamu banyak memiliki kelonggaran waktu, rutinitas membantumu memastikan kamu tak menyia-nyiakannya.

Ini adalah tentang manajemen waktu. Memang, setiap hari tidak akan selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Seluruh rutinitas dan daftar rencana merupakan cita-cita. Tetapi berusahalah untuk selalu menuntaskan apa yang harus dikerjakan, daftar rutinitas dan rencana itu jangan hanya jadi cita-cita semata. Sehingga, ketika kita ingin break sejenak, waktu untuk menikmatinya pun lebih berkualitas.

Kabar baiknya, terkadang penting juga untuk membuat daftar hal-hal yang ‘tidak ingin’ kamu lakukan. Ini boleh banget, untuk memberi hak anggota badan untuk rileks.



Tentang ‘Me Time’

Kreativitas adalah tentang koneksi. Kamu harus terhubung dengan orang lain untuk terinspirasi dan membagi karyamu sendiri, tetapi ia juga menyangkut tentang diskoneksi. Kamu perlu mengasingkan diri dari dunia untuk berpikir. Keheningan dan kesendirian penting.

Dunia modern kita penuh dengan pesan notifikasi, siklus berita 24 jam tiap hari. Hal ini bisa memberikan efek yang kurang baik untuk kesehatan mental. Tak semua notifikasi harus kita respon saat itu juga. Tak semua berita harus kita baca. Hari-hari kita mungkin telah dikendalikan oleh ponsel, tetapi jangan terlalu diperbudak. Apalagi jika itu sudah mengacaukan siklus istirahat.

Kalau yang sudah saya lakukan selama ini adalah dengan mengaktifkan jadwal on/off ponsel. Dan berusaha konsekuen mentaatinya. Sebelum dia on dengan sendirinya, saya tak kan membukanya. Saat sudah jadwalnya off, ya tak usah menghidupkannya kembali. Kecuali jika ada hal-hal yang urgent. Ini penting untuk mengisitirahatkan otak dari keinginan-keinginan semu kita untuk harus tahu segala hal.

Ala Austin Kleon: “Kalau kamu menggunakan ponselmu untuk terbangun dan hal itu merusak pagi harimu, cobalah ini: Sebelum kamu pergi tidur, colokkan ponselmu ke stop kontak di seberang ruangan, atau di suatu tempat yang jauh dari jangkauan tanganmu. Saat kau terbangun, berusahalah sebisa mungkin untuk tidak memandanginya.”

Nah, hal itu yang masih sulit untuk dilakukan ya, hehehe. Pernah mencobanya, terkadang gagal. Dan memang harus dicoba lagi sesekali, hmmm, berulang kali!

Austin Kleon juga menganjurkan kita untuk mengaktifkan Mode Pesawat Terbang. Sepertinya ini cara lain untuk hidup tenang tanpa notifikasi. Boleh lah sesekali dilakukan. Mungkin saat kita perlu fokus ketika mengerjakan sesuatu.

Dan Austin Kleon sangat tegas untuk belajar berkata ‘tidak’. Ya ini memang perlu dilakukan demi menjaga kewarasan. Godaan nongkrong di cafĂ© pada after hours, misalnya. Kalau kita tahu beristirahat di rumah dengan mendengarkan relaxing instrumental lebih menyenangkan, ya lakukan itu saja. Tak perlu membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tak perlu.

Kita perlu menciptakan markas ketenangan dan ruang chat pribadi untuk bisa benar-benar berpikir.


Tentang Kreativitas

Kreativitas bukanlah sebuah nomina. Lupakanlah hal yang berusaha kamu capai (nomina) dan fokuskanlah pada kerja aktual yang perlu kamu lakukan (verbanya).

Kita perlu melakukan pekerjaan dengan bahagia, jangan terlalu terbebani. Bukan sebuah keharusan juga untuk mengubah hobi menjadi profesi. Tidak semua hal dengan alasan passion harus menjadi sumber cuan.

Kata Austin Kleon lagi, “Semua orang yang mengubah passion mereka menjadi sumber mata pencaharian menyadari bahwa hal itu merupakan teritori yang berbahaya. Kamu harus mawas akan dampak potensial dengan menguangkan passion-mu terhadap kehidupanmu. Begitu kamu mulai menerima penghasilan dari pekerjaanmu, hindari dorongan untuk menguangkan setiap hal kecil dari praktik kreatifmu. Pastikan setidaknya ada bagian kecil dari dirimu yang tak tersentuh oleh pasar.”

Eh, tapi ini ada benarnya lho. Ketika kita atau orang-orang di sekitar kita memiliki bakat apapun, kadang terpikir, kenapa tidak jika itu menjadi pekerjaan sampingan? Di satu sisi, jika itu untuk kebutuhan ya it’s okay. Tetapi jika orientasinya hanya cuan dan cuan, percayalah akan ada satu titik di mana kita akan merasa lelah mengejarnya.

Selain perlu mengendalian orientasi cuan, kita juga sesekali perlu mengendalian orientasi medsos. Austin Kleon menyarankan kita untuk mengabaikan angka, entah itu jumlah like atau follower di media sosial. Sesuatu yang kita tampilkan belum tentu akan diingat orang. Beri waktu saat berbagi itu semua dengan umpan baliknya. Unggah sesuatu, tetapi jangan mengecek tentang tanggapannya selama seminggu. Ketika kamu mengabaikan pengukuran-pengukuran kuantitatifnya sejenak, kamu akan bisa kembali pada pengukuran kualitatifnya.

Intinya, tak perlu membuat semua orang terkesan.

Jika seni dimulai dengan ke mana kita mengarahkan perhatian kita, maka kehidupan terdiri atas menaruh perhatian terhadap hal-hal yang menarik perhatian kita. Menggambar bisa menjadi salah satu cara kita untuk melihat dunia lebih indah. Kita juga bisa mengunjungi masa lalu, dengan membaca buku-buku lama misalnya. Manusia telah ada sejak waktu yang sangat lama dan hampir setiap masalah yang kamu temui telah ditulis oleh manusia lain yang hidup ratusan atau ribuan tahun sebelum dirimu.

Berkebun dan berjalan-jalan juga bisa mengembalikan kesegaran berpikir kita dengan cepat. Dengan berkebun, kita bisa merefleksikan bahwa kreativitas pun memiliki musim. Setidaknya kita pernah menanam sesuatu yang hasilnya akan kita nikmati kemudian. Dan berjalan-jalan menikmati alam merupakan penyembuhan ajaib bagi orang-orang yang ingin berpikir jernih.

Jika ragu, berbenahlah

Kreativitas adalah mengenai koneksi. Dan koneksi itu tidak dibuat dengan menyimpan segalanya di tempat masing-masing. Ide-ide baru dibentuk oleh pencampuran menarik yang terjadi ketika benda-benda berada di luar tempatnya. Kadang kau butuh kekacauan. Berbenah dengan harapan meraih keteraturan yang sempurna adalah pekerjaan yang membuat stres.

Ini sedikit berseberangan ya dengan ide-ide Mbak Marie Kondo dengan metode KonMari-nya.

Tetapi yang saya rasakan, Austin Kleon benar, Marie Kondo pun benar. Mereka tidak salah. Mereka bisa kreatif dengan caranya masing-masing.

Kalau versi Austin Kleon, berbenah bisa berarti bereksplorasi. Barang-barang yang kita ‘temukan’ mungkin bisa memberi ide-ide baru yang segar. Jadi peralatan memang harus rapi, tetapi tidak dengan bahan-bahannya. Ini benar dan pernah saya rasakan. Ketika saya ingat mempunyai sesuatu tapi lupa ditaruh di mana saking sudah dirapikan di satu tempat tertutup, maka sesuatu yang saya ingin buat malah urung dikerjakan. Jadi kita memang harus punya satu meja yang berisi bahan-bahan kreatif yang mungkin kita perlukan, bukan menyimpannya di tempat tersembunyi.

Kalau versi Marie Kondo, berbenah bisa berarti menciptakan ruang yang lebih luas untuk berekspresi. Jadi ketika berbenah barang melankolis, ya harus sedikit tegas. Kita tidak bisa menumpuk semua barang, jika terakumulasi, ruang yang ada akan menjadi penuh. Ini juga pernah saya alami, ketika membereskan barang-barang yang mempunyai nilai kenangan. Ada beberapa yang urung saya buang karena sayang, tetapi malah tak jadi berbenah. Tetapi jika kita mengikhlaskan satu atau dua untuk dilepas, kita bisa memberi hal-hal baru untuk masuk ruang. Dan bisa berarti itu adalah kesempatan ide-ide baru untuk tumbuh juga kan?

Kreativitas adalah kehidupan itu sendiri. Ia butuh untuk terus diasah. Bagaimana pun caranya. Ia juga perlu jeda, untuk mengkalibrasi ulang dan kembali dengan hal-hal segar.

Apapun kreativitas kita, aktivitas, pekerjaan, hobi. Teruslah lakukan. Apapun itu. Karena kita hidup, sebuah alasan tak terbantahkan untuk terus bergerak.

 

Judul Buku          : Keep Going

Penulis                : Austin Kleon

ISBN                    : 978-602-385-993-1

Penerbit              : Noura Books

 

 

 

Related Articles

No comments:

Post a Comment