Sunday, 2 January 2022

Review Where the Mountain Meets the Moon

Review Where the Mountain Meets the Moon (Grace Lin)

 

Blurb Where the Mountain Meets the Moon:

Di sebuah gubuk reyot di kaki Gunung Nirbuah, Minli tinggal bersama kedua orangtuanya. Mereka bekerja keras setiap hari di sawah, menanam padi yang hanya cukup untuk dimakan mereka bertiga. Setiap malam, ayah Minli menuturkan tentang dongeng-dongeng tua tentang Naga Giok, Hakim Harimau yang jahat, serta Kakek Rembulan yang menentukan nasib setiap orang.

 

Where the Mountain Meets the Moon

Minli ingin sekali mengubah nasib keluarganya. Dia memutuskan untuk berkelana menemui Kakek Rembulan. Di sepanjang jalan dia bertemu dengan teman-teman baru, termasuk naga yang tak bisa terbang dan seorang anak yatim piatu. Pencarian Minli merupakan jalinan dari dongeng-dongeng yang diceritakan ayahnya dan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan.

 

Review Where the Mountain Meets the Moon:

Saya sangat menikmati petualangan Minli dan naga serta teman-teman yang ditemuinya di perjalanan. Dan terus penasaran apakah Minli akan menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. Lalu saya dibuat kagum dengan filosofi-filosofi yang sedikit demi sedikit menyibak rasa ingin tahunya, sekaligus akar dari perubahan yang kemudian melingkupi kehidupan Minli, keluarga dan lingkungannya di kaki gunung Nirbuah.

Grace Lin, sang penulis, begitu lihai menulis cerita petualangan fantasi yang sarat nilai tentang keyakinan dan persahabatan. Yang membuatnya unik, Grace Lin memadukan tokoh, latar dan tema dengan cerita-cerita rakyat tradisional Cina. Jadi buku ini sangat padat dan kaya sekali dengan falsafah hidup rakyat Cina. Semakin menarik, karena dilengkapi juga dengan ilustrasi-ilustrasi indah tentang budaya Cina.


Kebetulan sekali, saya juga sedang membaca buku ‘Save the Cat! Writes a Novel’ yang ditulis oleh Jessica Brody. Dalam buku tersebut banyak sakali dijabarkan tentang tokoh novel yang kemudian disebut oleh Jessica Brody sebagai hero. Apapun tokoh yang dibuat dalam novel, seharusnya sang penulis menjadikannya sebagai hero. Hero tak selalu harus menyelamatkan kehidupan banyak orang seperti Superman, Spiderman dan sejenisnya. Tetapi tokoh hero bisa juga berarti pahlawan untuk dirinya sendiri, yang mampu bertansformasi karakternya menjadi lebih baik lagi setelah ditimpa masalah bertubi-tubi.

Tokoh Minli yang berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya melalui petualangan yang tak mudah cukup merepresentasikan bahwa dia adalah hero bagi diri dan keluarganya. Satu jawaban yang dia bawa pulang, bukan jawaban terang-terangan dari Kakek Rembulan. Namun, kesimpulan yang dia nalar sendiri, dari rangkaian benang merah setiap kejadian, yang kemudian memahamkannya atas ketidaktahuan dan keluh kesahnya. Transformasi karakter itu juga terjadi pada kedua orangtuanya, yang merasa lebih menyayangi Minli setelah kehilangannya.

Btw, buku ini sudah lumayan lama nongkrong di rak buku saya, sepertinya bertahun-tahun. Tapi baru dibaca akhir tahun kemarin, dan baru sempet nge-review-nya pada awal tahun ini.

Selengkapnya baca sendiri ya.. Saya uda komit tak akan spoiler tiap nge-review buku…😜

Finally, setelah baca buku ini, saya tertarik untuk membaca buku-buku dengan latar budaya Cina lagi.

Ada rekomendasi?

 

Judul Buku: Where the Mountain Meets the Moon

Penulis: Grace Lin

Penerbit: Atria

ISBN: 978-979-024-460-3

 

 

 

 

Related Articles

1 comment: