Tuesday, 1 February 2022

Review Yogya Escape

 

SEMANGKUK KENANGAN DALAM YOGYA ESCAPE

"Hujan adalah jalan pintas terdekat menuju kenangan. Lalu ingatan-ingatan seperti menari di sekelilingmu. Kamu seperti terperangkap. Hanya punya dua pilihan: merindu atau melupakan."

(Damar si Raja Kecap - Dhani Pratiknyo) 

 

Selain hujan, barangkali tempat dan makanan adalah duo pembangkit kenangan yang tak bisa diabaikan. Ya, selalu ada cerita mengenai keduanya. Entah kau menetap atau melanglang buana. Saat kau merasa telah begitu jauh 'melangkah', bersiap-bersiaplah untuk menjadi pelanggan setia yang akan selalu merindui dua hal tersebut.


www.santiartanti.com
Yogya Escape dan Bakpia Pathok

Yogya Escape, buku keempat Mbak Dhani ini sukses membawa ingatan saya pada makanan-makanan yang dibaliknya terselip kenangan-kenangan. Salah satunya, bubur kacang hijau (Terima kasih lho Penerbit Rupakata, karena secuil kisah itu membuat saya mendapatkan giveaway buku ini). 

Bubur kacang hijau adalah makanan kesukaan sekaligus berkesan buat saya. Potongan kenangan masa kecil saya, ada sebuah episode ketika saya dan bapak menyiapkan biji-biji kacang hijau untuk ditanam. Kami menyiapkan ladang, menyemai dan merawatnya bersama-sama. Ketika masa panen, kami memetiknya dengan suka cita. Kami biasa memasak bubur kacang hijau dalam jumlah banyak, karena persediaan melimpah. Sejak saat itu, saya selalu menyukai bubur kacang hijau. Rasanya tak ada kata bosan. Apalagi ketika saya begitu merindukan bapak, saya tahu harus makan apa. Semangkuk bubur kacang hijau cukup untuk membawa kembali kenangan, seolah-olah hadir di hadapan segala keriangan di ladang kacang hijau ketika itu. Kadang mata pun menghangat seiring suap demi suapnya.

Membaca kisah-kisah dalam Yogya Escape ini juga membuat hati menghangat. Saya turut merasakan nyerinya, ketika Danira terpaksa harus membuat sayur berongkos, dengan terus dihantui kenangan yang kurang menyenangkan. Atau Allura yang membuat botok dengan ingatan pedih akan masa lalunya. Saya tersenyum simpul saat seblak ceker dapat memadamkan perang dingin antara Sekar dan Aru. Dan saya pun bahagia ketika secangkir kapucino dan sepiring kentang goreng mampu menumbuhkan harapan-harapan antara Paskal dan Gumanti.


www.santiartanti.com
Yogya Escape dan Tumis Daun Pepaya
 
Dan kisah-kisah lainnya, yang kesemuanya menghadirkan relasi tentang penerimaan, kekecewaan, kerinduan dan suka cita. Rasanya begitu dekat, kisah sederhana yang bisa menghampiri siapa saja. Kita, satu atau dua, sepertinya pernah mengalaminya. Se-relate itu.

Jujur, dibandingkan dengan cerpen-cerpen Mbak Dhani sebelumnya yang pernah saya baca, kumpulan cerita dalam Yogya Escape ini lebih smooth dan mengalir, dengan kalimat-kalimat yang efektif. Beberapa memberikan efek kejut pada penutupannya. Kadang tak tertebak. Memang ya, jam terbang tak pernah berbohong. Salut dengan konsistensi Mbak Dhani yang menulis begitu banyak cerita. Dan puisi tentu saja.

Oiya, saya adalah salah satu pembaca yang lumayan memperhatikan teknis kepenulisan. Rasanya mata saya langsung mengerling ketika menemukan typo. Sekadar catatan untuk penerbit, siapa tahu kan kalau bulan depan buku ini cetak ulang. Saya menemukan typo di halaman 91 atas kata 'baksi' yang seharusnya bakso. Dan di halaman 102 dalam kalimat "Aku pergi duluan ya, Ken." yang seharusnya, "Aku pergi duluan ya, Ka." karena kalimat itu diucapkan oleh Ken. Plus, tulisan blurb di bagian sampul belakang buku sedikit blur.

Overall, dibandingkan dengan typo yang sedikit itu, buku ini sayang kalau dilewatkan. Bagi yang suka dengan kisah-kisah sederhana, tetapi penuh penghayatan dan pendalaman makna, buku ini bisa menjadi salah satu pilihan. Bisa dibaca dengan ditemani bakpia sambil membincang kenangan, misalnya.


www.santiartanti.com
Yogya Escape, Bubur Kacang Hijau dan Kenangan Lainnya

Ah, membaca buku ini, juga membuat saya benar-benar merindukan tumis pare, botok mlanding dan sambel pete buatan ibu, yang rasa enaknya belum pernah saya temui ada yang mampu menyamainya, menurut lidah saya. Bahkan meskipun saya sendiri yang membuatnya dengan resep yang sama persis. Mungkin di situlah letak kenangan dan kasih sayang bekerja.

(Lalu melirik dapur dan mulai menyiangi sayuran)

 

Judul Buku          : Yogya Escape

Penulis                : Dhani Pratiknyo 

Penerbit              : Rupakata 

Tebal                   : viii + 177 hlm. 

 

 

 

Related Articles

No comments:

Post a Comment