Thursday, 20 January 2022

Review Save the Cat! Writes A Novel

REVIEW SAVE THE CAT! WRITES A NOVEL - JESSICA BRODY

‘‘Jangan takut untuk menulis sampah. Sampah bisa menjadi pupuk yang bagus.’’


Di antara beberapa buku tentang proses kreatif menulis novel yang pernah saya baca, sepertinya buku Save The Cat! Writes A Novel karya Jessica Brody ini adalah yang paling komprehensif dan aplikatif, menurut saya. Save The Cat sendiri sebenarnya adalah metode menyusun struktur naskah skenario film yang pernah ditulis oleh Blake Snyder pada tahun 2005 dalam bukunya yang berjudul Save the Cat! The Last Book on Screenwriting You’ll Ever Need.

Dalam separuh lebih halaman buku, Jessica Brody memaparkan contoh novel-novel hebat yang dikelompokkan berdasarkan genre Save the Cat, bukan genre yang selama ini dikenal luas oleh publik. Dari beragam contoh itu, terlihat bahwa Jessica Brody telah banyak membaca novel, membuat review, menganalisisnya secara mendalam, bahkan mencari dan mempelajari pola-polanya dengan tekun.

Jessica Brody fokus menempatkan tokoh utama (yang kemudian disebut sebagai hero) sebagai subyek yang akan menentukan keseluruhan isi cerita. Tokoh/hero harus bertransformasi karakternya sepanjang novel. Selayaknya kita sebagai manusia juga bertransformasi dengan segala prosesnya. Tokoh/hero ini sangat vital perannya, untuk membuat pembaca merasa terhubung.


Jessica Brody juga menuntut para penulis novel untuk memenuhi janji premis dan sinopsisnya yang telah ditawarkan kepada penerbit atau pembacanya. Memastikan bahwa pembaca tak boleh dikecewakan, karena telah menyisihkan uang dan waktunya yang berharga demi membaca dan menyaksikan para hero dengan segala proses transformasinya.

Elemen-elemen penting dalam Save the Cat ini menciptakan benang merah dalam skema besar cerita dan menjadi fondasi yang kuat dalam menyusun strukturnya. Kesesuaian premis dan plot yang bergerak logik juga menjadi hal penting, selain tema yang jelas dan harus dinyatakan tentu saja.

Segala unsur penting pembangun novel itu dipetakan dengan lebih jelas ke dalam lima belas Beat Sheet, yang berfungsi sebagai rambu-rambu, agar penulis novel tetap fokus pada tujuannya. Tetapi sebelum kita bahas lebih lanjut tentang Beat Sheet, kita akan membahas sedikit dulu tentang hero/tokoh utama.

 

Mengenali Hero ala Save The Cat

Hero adalah panduan kita menuju dunia fiksi. Dialah yang akan digunakan pembaca untuk melacak kemajuan ceritanya. Jiwa sejati sebuah novel berada pada kebutuhan sang hero, yang biasa juga disebut sebagai tujuan internal, pelajaran hidup, atau hikmah spiritual. Maka hero/tokoh ini merupakan kunci suksesnya sebuah novel.

Menciptakan sosok hero ala Save the Cat, berarti sang hero harus diberikan tiga hal utama ini:

1. Masalah (kekurangan yang perlu diperbaiki)

2. Keinginan (tujuan yang harus dikejar)

3. Kebutuhan (pelajaran hidup untuk disadari)

Dengan menyertakan ketiga unsur tersebut sejak awal, sosok hero sudah terbentuk dan akan lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam plot selanjutnya.

 

Beat Sheet Save the Cat

Jika tokoh/hero sudah ada, selanjutnya adalah mempersiapkan ‘perjalanan’ yang akan dilalui olehnya sepanjang novel. Nah, peta perjalanan itulah maksud dari Beat Sheet Save The Cat, yang terbagi ke dalam 3 babak dengan 15 titik plot, sebagai berikut dengan komposisinya:

Babak 1, terdiri dari 5 titik plot:

1. Gambaran Pembuka (Opening Image): 0-1%

2. Pernyataan Tema (Theme Stated): 5%

3. Persiapan (Set Up):1%-10%

4. Katalis (Catalyst): 10%

5. Debat (Debate): 10%-20%

Babak 2, terdiri dari 7 titik plot:

6. Menerobos ke babak 2 (Break Into 2): 20%

7. Cerita B (B Story): 22%

8. Keseruan (Fun and Games): 20%-50%

9. Titik Tengah (Midpoint): 50%

10. Musuh Mendekat (Bad Guys Close In): 50%-75%

11. Semua musnah (All it Lost): 75%

12. Kegelapan jiwa (Dark Night of the Soul): 75%-80%

 

Babak 3, yang disebut sebagai babak sintesis, terdiri dari 3 titik plot:

13. Menerobos ke Babak 3 (Break Into 3): 80%

14. Klimaks (Final): 80%-99%

15. Gambaran Penutup (Final Image): 99%-100%

Aturan Beat Sheet Save the Cat ini sangat fleksibel, tergantung panjang novel yang akan direncanakan. Pada saat menulis dan merevisi pun kemungkinan terjadi perubahan atau eksplorasi juga pasti ada. Simpelnya, Beet Sheat sebagai mekanika cerita secara umum. Selanjutnya adalah memastikan jenis/tipe cerita yang akan dilekatkan pada sang hero

Untuk menggali lebih dalam setiap unsur dalam Beat Sheet Save the Cat, silakah dibaca bukunya ya…

  

www.santiartanti.com

 

Mengenal Genre dalam Save the Cat

 

Selama ini kita mengenal genre teenlit, romance, thriller dan sebagainya. Dalam Save the Cat, genre-genre itu dikelompokkan lagi berdasarkan kaidah atau formula tertentu. Dan Jessica Brody memberinya dengan nama-nama yang unik.

Sepuluh genre Save the Cat:

 

1. Whydunit (Apa Motifnya): Detektif, Pengkhianatan, Sisi Gelap

Ada dua karakteristik yang harus dimiliki detektif dalam cerita Whydunit, yaitu mereka harus benar-benar tidak siap akan apa yang mereka hadapi (apapun pekerjaan dan/atau pengalaman mereka), dan mereka harus memiliki sebuah alasan untuk terseret dalan kekacauan ini.

Contoh novel: The Girl on the Train karya Paula Hawkins

2. Rites of Passage (Ritual Kehidupan): Ketika Hidup Menjadi Kendala

Cerita Rites of passage ini istimewa karena adanya fakta bahwa masalah awalnya terjadi hanya karena kita hidup.

Contoh novel: The Kite Runner karya Khaled Hosseini

3. Institutionalized (Institusionalisasi): Bergabung, Tinggalkan, Hancurkan!

Tokoh-tokoh naif sering kali digunakan sebagai ‘mata’ pembaca ke dunia Institusionalisasi. Saat mereka mempelajari aturan-aturannya, kita pun mempelajarinya.

Contoh novel: The Help karya Kathryn Stocket

4. Superhero (Pahlawan Super): Menjadi Luar Biasa di Dunia yang Biasa

Genre ini melingkupi setiap hero yang mendapati diri mereka ditakdirkan untuk sesuatu yang hebat -baik mereka menyukainya atau tidak.

Contoh novel: Harry Potter and the Sorcerer’s Stone karya J.K Rowling

5. Dude with a Problem (Sobat Bermasalah): Menaklukkan Ujian Besar

Dalam cerita ini, makin jahat musuhnya, makin heroik, makin bagus ceritanya.

Contoh novel: Misery karya Stephen King

6. Fool Triumphant (Kemenangan si ‘Bodoh’): Kejayaan Seorang Pecundang

Kekuatan terbesar atau kekuatan super yang dimiliki si ‘bodoh’ (bahkan jika mereka belum menyadarinya) adalah kepolosan mereka dan kemampuan mereka untuk sekadar menjadi diri sendiri.

Contoh novel: Bridget Jones’s Diary karya Helen Fielding.

7. Buddy Love (Cinta dan persahabatan): Kekuatan Cinta atau Persahabatan yang Transformatif

Harus ada sesuatu dari sosok tokoh baru yang menarik ini (partner) yang akan mengguncang kehidupan hero, berarti mereka tidak boleh orang yang biasa-biasa saja atau menjemukan.

Contoh novel: Everything, Everything karya Nicola Yoon.

8. Out of the Bottle (Keluar dari botol): Sedikit Keajaiban Berdampak Besar

Begitu kekuatan magis dilimpahkan kepada sang hero, mereka akhirnya harus menyadari bahwa mereka teryata tidak membutuhkannya sama sekali.

Contoh novel: Twenties Girl karya Sophie Kinsela

9. Golden Fleece (Bulu Domba Emas): Perjalanan Darat, Misi dan Pencurian! Astaga!

Karakteristiknya adalah kemampuan untuk merencanakan proses transformasi hero sepanjang perjalanan. Hero (dan pembaca) menyadari bahwa harta yang mereka incar jauh lebih rendah nilainya bila dibandingkan dengan harta karun sesungguhnya yang mereka dapatkan di sepanjang jalan: cinta, persahabatan, kerja sama, atau apa pun tema/cerita B yang ada.

Contoh novel: Ready Player One karya Ernest Cline

10. Monster in the House (Monster dalam Rumah): Lebih dari Sekadar Cerita Suram

Alasan keberadaan makhluk buas itulah yang membuat kisah-kisah ini sungguh menakutkan, dan yang lebih penting lagi, yang membuat pembaca dapat merasa terhubung.

Contoh novel: Heart-Shaped Box karya Joe Hill

Untuk tinjauan Beat Sheet contoh novel masing-masing genre tersebut, lagi-lagi, silakan dibaca bukunya ya… Meskipun a little bit spoiler, tetapi ini sangat menyenangkan karena pola masing-masing genre itu akhirnya terpetakan dengan jelas. Lalu kita pun akan menemukan ‘aha’ momen.

Bagi penulis tipe visual, Jessica Brody memberi tambahan penjelasan berupa papan Save the Cat, jika struktur yang akan digunakan lebih banyak serta untuk memudahkan jika ide sewaktu-waktu datang dan butuh untuk dicatat dengan mudah sesuai Beet Sheet-nya.

 


Logline dan Sinopsis

Selain memaparkan dengan detail tentang Beat Sheet dan Genre Save the Cat, Jessica Brody juga menyertakan rumus membuat logline dan sinopsis yang efektif nan memukau.

Logline merupakan deskripsi singkat sepanjang satu kalimat. Sedangkan Sinopsis merupakan ringkasan novel sepanjang dua sampai tiga paragraf yang dirancang untuk memikat pembaca.

Membuat logline dan sinopsis itu gampang-gampang susah. Jika formulanya kurang tepat, bisa jadi spoiler dan minus daya jual. Bukankah ujung tombak pembuatan karya, apapun itu, adalah membidik penjualan yang bagus? Jadi, membuat logline dan sinopsis yang memukau adalah sebuah keharusan.

Kita semua tahu, bahwa tidak pernah ada sesuatu yang benar-benar baru di dunia ini. Yang ada hanya pengulangan atau penyempurnaan dari hal-hal yang sudah ada. Jika pun kita ingin membuat novel yang sudah jamak, paling tidak kita bisa menyisipkan sesuatu yang segar dan berbeda.

Maka tak ada yang lebih layak dilakukan selain banyak membaca dan membaca, lalu mempelajari pola-pola yang ada. Sehingga referensi yang diperlukan padat dan kaya. Lalu berlatih dan berlatih. Tak masalah jika pun tulisan kita jelek. Kita tidak bisa meng-edit kertas kosong. Kita hanya bisa meng-edit tulisan yang jelek.

Buku Save the Cat! Writes a Novel ini bisa menjadi tool yang sangat membantu penulis dalam proses perjalanan panjang menghadirkan karya berkualitas dengan struktur yang kuat. Kualitas karya bisa dilihat dari kualitas hero yang ditampilkan. Bagaimana karakternya bertransformasi pada sepanjang cerita. Walau tokoh fiksi sekalipun, seharusnya ia membawa misi berupa penyampaian nilai-nilai moral. Dan harapannya, pembaca fiksi dapat mengintip jendela kehidupan sang hero, merasakan pikiran, perasaan dan perjuangannya, sehingga terasah kepekaan dan empatinya.

Dan sebenarnya, itulah tugas besar penulis novel, menghadirkan pelajaran universal atau nilai moral melalui tokoh rekaannya, agar bisa merasuk pelan-pelan ke benak pembaca dengan cara yang elegan, sehingga mereka pun akan menemukan ‘aha’ momennya juga. Penulis dan pembaca terhubung dalam ‘pesan-pesan’ itu. Itulah fiksi yang sukses.

So, sudah siap menulis novel?

‘‘Kalau Anda menulis sesuatu yang amat jelek, tidak ada seorang pun yang harus membacanya selain Anda sendiri. Dan, Anda selalu bisa kembali dan memperbaikinya nanti.’’

 
 

Judul Buku          : Save the Cat! Writes A Novel

Penulis                : Jessica Brody

ISBN                    : 978-623-242-282-7

Penerbit              : Noura Books

Terbit                  : November 2021 (Cetakan I)

 
 
 
 

Related Articles

No comments:

Post a Comment