Becoming Naomi León adalah buku kedua Pam Muñoz Ryan yang saya baca setelah Esperanza Rising. Saya berharap memiliki ekspektasi yang sama ketika membaca Esperanza Rising. Hasilnya? Sesuai dengan yang saya harapkan, saya menyukai keduanya.
Mengisahkan tentang Naomi, gadis pra remaja yang pendiam dan pemalu. Ia berbakat mengukir sabun dan suka membuat catatan mengenai daftar tentang segala sesuatu. Owen, adik laki-laki Naomi yang cacat fisik tetapi lebih ceria dan ramah, serta memiliki kebiasaan menempelkan solasi pada bajunya. Mereka berdua tinggal bersama Mary, yang pada sepanjang novel disebut ‘Gram’ adalah nenek buyut yang merawat Naomi dan Owen sejak ditinggalkan begitu saja oleh ibunya, Skyla. Mereka tinggal di sebuah rumah trailer bernama Baby Beluga di kota Lemon Tree, California. Tetangga mereka, Bernado dan Fabiola turut merawat Naomi dan Leon. Ikatan batin Gram dengan Bernado dan Fabiola sangat kuat karena sama-sama berasal dari Meksiko.
Suatu hari, Skyla tiba-tiba muncul kembali setelah tujuh tahun mengabaikan anak-anaknya. Ia menjalani rehabilitasi sebagai pecandu alkohol. Sebenarnya ia datang dengan tujuan membawa Naomi agar menjadi pengasuh gratis bagi anak pacarnya di Las Vegas. Karena itu, ia menghadiahkan banyak barang kepada Naomi. Awalnya Naomi begitu bahagia, tetapi diam-diam mempertanyakan ketulusan Skyla ketika ia menunjukkan ketidaksukaan pada Owen karena kelainan fisiknya. Semacam diskriminasi yang begitu kentara.
Gram adalah yang paling tegas menolak niat Skyla membawa Naomi. Skyla menjadi marah, merasa bahwa ia memiliki hak perwalian lebih kuat sebagai ibu kandung Naomi. Naomi mulai berpikir ketika Skyla mulai mengancam keberadaan Gram.
Gram tidak tinggal diam. Ia mengambil langkah yang tidak pernah diduga sama sekali oleh Naomi. Gram membawa Naomi dan Owen, ditemani oleh Bernado dan Fabiola, menempuh perjalanan dengan Baby Beluga ke Meksiko. Gram berencana mencari Santiago, ayah Naomi yang telah terpisah sekian lama. Gram tahu jika Santiago sangat menginginkan Naomi dan Owen, serta yakin akan menjadi pelindung mereka jika sesuatu terjadi pada dirinya. Santiago bekerja sebagai nelayan, tetapi terampil membuat ukiran, bakat yang diwarisi oleh Naomi.
Selanjutnya adalah keseruan perjalanan menjelajah kota Oaxaca, Meksiko dan pencarian Santiago. Latar belakang kota digambarkan dengan detil oleh pengarang, yang menjadikan suasananya sangat hidup, terutama pada festival Los Pasodas dan Malam Lobak Meksiko, di mana para pengukir berbakat berkumpul tiap tahunnya untuk mengikuti kompetisi mengukir. Pencarian Santiago sedikit demi sedikit menemukan titik terang.
Saya menyukai judul tiap bab yang unik pada novel ini, yang dibuat seragam menggunakan kata benda kolektif. Narasi dan deskripsi yang digunakan juga efektif sehingga tidak ada rasa bosan ketika membacanya. Ini yang membuat ekspektasi saya terpenuhi seperti ketika membaca Esperanza Rising.
Hal terpenting dari novel ini, menurut saya, adalah transformasi karakter seorang Naomi yang menjadi lebih berani dengan mengungkapkan pendapat dan kesaksiannya sehingga hak perwaliannya jatuh ke tangan yang tepat. Kasih sayang orang-orang di sekitarnya sangat berperan dalam transformasi tersebut. Naomi sangat menyadari, dirinya memiliki beberapa kelemahan, tetapi ia mulai belajar bahwa bakat yang ia miliki ternyata membawanya pada sebuah keberuntungan dan menumbuhkan kepercayaan dirinya. Ah, Naomi mengingatkan saya pada Esperanza. Mereka sama-sama bertransformasi sesuai kondisi masing-masing, tetapi pengarang tidak terjebak pada penggambaran karakter yang sama. Bagi saya, Pam Muñoz Ryan mampu menghidupkan karakter tokoh-tokohnya sesuai porsi cerita, dalam takaran yang tepat.
Jadi, setelah ini, sepertinya saya akan berburu buku-buku Pam Muñoz Ryan lagi!



No comments